When I decided Not to Get Married

Beberapa waktu lalu saya membuat sebuah postingan di media sosial yang secara tidak langsung mendeklarasikan bahwa saya tidak tertarik untuk berpacaran bahkan menikah. Sontak postingan saya menuai banyak komentar dari orang-orang terdekat saya yang merasa mereka harus menegur atau menasehati saya bahwa itu semua bukanlah suatu pilihan yang tepat.

Saya memang berpikir bahwa menikah bukanlah sebuah keharusan. Bahkan kalau melihat kisah terdahulu, Siti Maryam pun hidup tanpa seorang pasangan hingga akhir hayatnya. Menikah justru membuat seseorang menyerahkan diri kepada sebuah permasalahan. Semua orang tahu bahwa sebuah rumah tangga tentu memiliki permasalahan entah itu kecil ataupun besar. Lalu kenapa saya harus memilih untuk terlibat dalam sebuah masalah jika saya bisa menghindarinya?

Menikah… sebuah hal yang indah mungkin namun juga bisa menjadi sebuah mimpi buruk dalam kehidupan. Beberapa orang berhasil membina rumah tangga mereka, namun tidak sedikit pula yang gagal dalam mempertahankan rumah tangga. Semua kegagalan itu berasal saat orang-orang tersebut memutuskan untuk menikah.

Saya tahu, jika Ibu dan Ayah saya tidak menikah saya tidak mungkin ada saat ini. Namun, entahlah saya hanya berpikir bahwa tidak menikah adalah sebuah pilihan yang tepat. Dengan tidak menikah, saya bisa mengejar apa yang saya cita-citakan, saya bisa kuliah lagi, berkarir, menjelajah ilmu dan juga menikmati masa-masa kesendirian itu bersama keluarga saya. Lalu apakah pemikiran saya salah? Jika saya menikah, belum tentu orang yang menikahi saya akan mengizinkan saya untuk mengejar impian saya, pasti sudah ada batasan-batasan yang dia berikan.

Saya pernah membayangkan dan hampir merealisasikan membangun sebuah rumah tangga. Dalam benak saya kala itu, rumah tangga saya akan sangat indah, penuh dengan keharmonisan, kasih sayang dan rasa ingin senantiasa bersama disaat suka maupun duka, baik di dunia maupun diakhirat kelak. But you know what? It’s all just a bullshit! That dreams have been disappeared.

Okay balik lagi ke pokok awal tulisan ini, jadi beberapa orang yang secara serius menasehati saya memberikan pandangan agama tentang keputusan saya, yang menurut mereka itu semua menyimpang dari ajaran agama. Jujur, itu semua membuat saya mencari-cari apakah keputusan ini salah? Jelas Salah! Saya Salah! Agama justru memerintahkan untuk menikah, memperbanyak keturunan, dll. Menikah memang tak selalu berbuah manis, namun menikah bisa menjadi ladang ibadah yang terus menerus. Menikah itu membawa berkah asal niatnya untuk ibadah. Lalu, dalam masa pencarian ini, justru membuat saya berpikir, hmm mungkin saya akan menikah tahun depan. Oh My God, I know this is really crazy.

Hmm.. entah bagaimana akhirnya, yang jelas saat ini saya hanya berusaha untuk terus fokus memperbaiki diri saya dan mungkin sampai waktu yang Allah tentukan, saya akan menikah.

Rumah Penuh Berkah

Rumah

Disuatu hari kamu akan hidup ditempat yang membuatmu nyaman yang kamu jadikan tempat berlindung dari panas dan hujan serta yang nantinya menjadi tempat untuk kamu berkumpul dengan orang-orang yang kamu sayangi. Pernah dengar istilah “Rumahku adalah Istanaku” ? Saya yakin pasti semua orang tahu istilah tersebut. Entah itu besar-kecil, mewah-sederhana, strategis ataupun tidak, rumah tesebut akan menjadi tempat untukmu pulang, dan menikmati sisa-sisa kepenatan dari rutinitas yang mungkin membuatmu bosan, dia akan tetap menjadi Istanamu.

“Tidak, rumahku seperti nereka”, Beberapa orang mungkin berpendapat demikian. Apa yang terjadi? Bukankah rumah harusnya menjadi tempat yang menyuguhkan kedamaian dan kehangatan? Tetapi mengapa mereka berpikir rumah justru menjadi sarang permasalahan yang ada, tidak ada kebahagiaan, tidak ada kehangatan, yang ada hanyalah cacian, makian, dan saling membenci, yang bahkan membuat penghuninya tak betah namun terpaksa untuk tetap tinggal.

Saya mencoba untuk memahami dan memperhatikan bahwa sejatinya rumah yang menjadi istana bagi penghuninya adalah rumah yang dibangun dan dilandaskan oleh rasa saling kasih-mengasihi dan menyayangi diantara mereka. Rumah itu disebut rumah penuh berkah. Sekalipun rumah tersebut tidak besar, berada dipemukiman kumuh, dan mungkin hanya berlantaikan tanah, itu tak menjadi penghalang sebuah istana. Gambarannya, Rumah yang penuh berkah adalah rumah yang sering dikunjungi oleh para saudara, sahabat, dan kerabat. Mereka datang untuk bersilaturrahmi, dan mungkin merindukan sang tuan rumah karena bertemu dengan sang tuan rumah adalah suatu hal yang berharga. Rumah tersebut akan ditanami dengan sejuta kebaikan, berada didalamnya sangat sejuk kendati tidak menggunakan AC, didalamnya para penghuni senantiasa melantunkan ayat suci Al-Quran, entah pada saat setelah solat ataupun ketika dipertengahan malam ketika semua orang terbaring tidur. Rumah yang penuh berkah akan membuat penghuninya sangat ingin segera sampai rumah dan enggan berlama-lama diluar rumah. Rumah yang penuh berkah bertabur banyak senyuman bukan kekecewaan.  Jika kau mendapati rumahmu seperti neraka cobalah untuk mengintropeksi dirimu.

Apa yang kau bangun adalah apa yang kau dapatkan. Keberkahan dari persinggahan yang kau tinggali tentu akan hilang jika kau tidak saling menyayangi, jika setiap harinya kau terus bertengkar dengan para penghuninya. Pertengkaran tidak akan meyelesaikan masalah, kawan. Bukankah nabi mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi? Bukankah pertengkarang adalah sifat dari para pembenci Adam? Lalu tidak kah kau sadar ketika kau saling membenci itu adalah iblis yang sedang berusaha memasuki hatimu dan mengganti kedamaian menjadi sebuah kerusakan.

Jadi semua saya kembalikan kepada masing-masing pribadi, ingin membentuk tempat mereka berteduh menjadi sebuah istana ataupun sebuah nereka. Mungkin bukan kau yang menjadi penyebab pertengkaran dalam keluarga, namun kau masih berdoa agar si pembuat onar dapat berubah, ya meskipun semua tak instant. Semua orang ingin memiliki istananya, ingin hidup di rumah yang penuh berkah. Namun bagaimana mungkin kau bisa mendapatkan rumah penuh berkah jika tak dari sekarang kau merubahnya?I Indah sekali bukan gambaran atas rumah penuh berkah? Saya harap, kau, saya, kita semua dapat menemukan kenyamanan dalam sebuah istana yang penuh cinta dan keberkahan.

Fir, Persahabatan itu seperti apa?

IMG_20170911_215904_289Hari ini seseorang bertanya kepada saya, menurut saya persahabatan itu seperti apa? Saya tak langsung menjawab, hanya menatap orang tersebut dan berpikir kenapa dia harus bertanya seperti itu. Baiklah, saya jawab sesuai dengan yang terlintas dipikiran saya.

Persahabatan bagi saya layaknya sebuah mainan balok (building block toys). Kau tahu? Kita akan susah payah membangun, membentuk, dan membuatnya menjadi rupa yang kita inginkan. Setelah jadi, tentu saja kita akan bahagia melihatnya. Namun, balok-balok tersebut tidaklah sekokoh tembok, mereka sangat rapuh dan bisa runtuh kapan saja, selagi ada hal yang membuatnya runtuh. Bahkan hanya sekedar angin yang berhembus lebih kencang pun bisa membuatnya runtuh. Ya, itulah definisi persahabatan yang saya selami.

Tahap pertama adalah membangun. Membangun sebuah persahabatan tidaklah mudah. Kamu perlu menemukan tombol “click” diantara kamu dan orang tersebut. Seperti layaknya hubungan sepasang kekasih, kamu akan saling mencari kenyamanan. Saat membangun adalah saat tersulit, karena kamu akan benar-benar menyeleksi mereka, dan bertanya apakah kamu akan bersahabat dengan mereka atau tidak. Begitupun dengan mereka yang akan menyeleksimu dalam saringannya.

Setelah kamu menjalani tahap pertama, selanjutnya kamu akan berada ditahap yang menurut saya ini yang tersulit, karena kamu harus bisa menjaga persahabatanmu. Kamu akan berada pada posisi dimana kamu harus bisa menerima kekurangannya apapun itu. Sungguh sulit bukan? Dengan sikap manusia yang berbeda-beda, kekurangan masing-masing sahabat harus bisa ditolerir. Ya setidaknya kamu harus belajar menerima itu, sekalipun hal yang dia lakukan adalah hal yang sangat tidak kamu sukai. Tetapi memang tidak jarang para sahabat akan bicara langsung tentang apa yang tidak dia sukai dari kamu, dan ada pula yang hanya bisa mendumel dibelakang. Menjaga persahabatan memang tidak mudah, terlebih ketika kamu sedang sibuk dengan pekerjaan, rutinitas, atau hal-hal lainnya yang membuat pertemuan dengan sahabatmu semakin sedikit. Saat itulah bisanya persahabatan akan mulai renggang, dan yang bisa merekatnkannya kembali adalah kamu dan sahabat-sahabatmu itu. Tidak bisa hanya kamu atau sahabatmu saja yang mencoba untuk merekatkannya. Kalian harus bekerja sama dalam hal ini.

Jika kamu tak bisa melewatinya, persahabatan pun runtuh! Ya seperti kumpulan balok yang saya bilang. Dengan sangat mudah runtuh karena mereka begitu rapuh. Boleh jadi hanya karena kesalahan sedikit, frekuensi pertemuan yang berkurang, sifat diantara kamu dan sahabatmu yang berubah, mulai ada rahasia-rahasia diantara kamu dan sahabat-sahabatmu, serta ketidaknyamanan diantara persahabatan itu yang membuat apa yang telah terbangun hancur begitu saja.

Mundur, menjauh, dan lama-lama menghilang. Setelah kamu melihatnya lagi, kalian akan seperti bertemu dengan orang asing. Ada beberapa orang yang berusaha keras untuk memiliki “Sahabat”, namun ada pula orang yang berusaha keras untuk melupakan “Sahabat”. Saya kembali ke definisi bahwa manusia itu unik, karena terlampau unik mereka kadang suka terbawa dengan egonya masing-masing.

Single? Siapa Takut!

Being IMG_20170831_064035_335single isn’t a bad thing. Banyak hal yang dapat kamu lakukan ketika kamu single. Begitupun dengan yang saya alami sampai detik ini saya menjalani hidup tanpa pasangan, semua terasa lebih membahagiakan dan lebih menakjubkan. So guys, i’d like to share you about being single, and these are the reason why you should be happy you are single:

  1. FREEDOM! Hal utama yang paling membahagiakan ketika kamu single adalah kamu dapat bebas melakukan hal yang kamu suka tanpa mengimbangi perasaaan pasanganmu. Kamu juga akan bebas jalan kemanapun kamu mau dan tentunya dengan siapapun. Bayangkan! bagaimana seringkali tersiksanya orang yang sudah berpasangan karena kehidupan mereka terlalu diatur oleh pasangan mereka dan mereka juga harus sering berkompromi ataupun mengalah dengan pasangan. Sangat menyedihkan! Terlebih di usia yang masih muda adalah usia emas untuk mengeksplore segalanya, baik dari pertemanan, kehidupan, jalan-jalan, organisasi, ataupun hal-hal lainnya yang hanya bisa dinikmati selagi kamu masih muda. Sayang sekali rasanya jika itu semua harus terenggut hanya karena kamu dikekang oleh pasanganmu sendiri.
  2. Saving money. Pacaran adalah kondisi dimana kamu harus mengeluarkan uang pribadimu atau bahkan uang orang tuamu agar membuat pasangannya senang, setidaknya kalau kamu pacaran di warung bakso pun kamu pasti akan mengeluarkan uang.  Tidak perlu memikirkan hadiah untuk pacar ketika ulang tahun, karena biasanya kamu akan membelikan sesuatu hal yang sangat spesial yang belum tentu kamu akan berikan ke orang tua, adik, ataupun kakak kamu. Hmm uang jajan 100.000 dan kamu harus rela menabung untuk membelikan pasanganmu hadiah yang harganya 1.000.000. Duh.. Apa gasayang uangnya? Andai saja kamu belikan hadiah untuk ibumu seharga kamu membelikan untuk pacarmu, pasti ibu mu akan lebih senang dan makin sayang sama kamu. Apalagi kalau uangnya ditabung untuk jalan-jalan ataupun beli barang yang kamu suka. Percaya deh, itu akan lebih bermanfaat. Beliin hadiah pacar 1.000.000 terus abis itu putus, duuuh sayang uangnya!
  3. Build Deeper Connection With People. “Cin, main yuk kesini”, “Aduh nggak deh gue udah ada janji mau jalan sama cowok gue”. Siapa hayooo yang sering digituin sama temennya pas mau ngajakin jalan? Ya sebagian dari kalian pasti pernah ngalamin hal tersebut. Case ini gajauh beda sih sama Freedom, tapi yang sudah saya alami pacaran itu justru nutup pintu pertemanan. Ya memang gasemuanya mengalami seperti saya, but most couple at this time do it. hiks , but don’t be sad! karena ketika kamu single itu adalah saat-saat emas untuk kamu lebih banyak menjalin pertemanan. Kamu bisa berteman dengan siapapun dan jalan sama mereka. Saya pun sampai sekarang tidak pernah merasa khawatir tidak memiliki pasangan, karena saya justru lebih banyak melakukan hal-hal gila yang tidak pernah bisa saya lakukan ketika saya punya pasangan. Memiliki banyak teman yang beragam. Hal yang paling saya rasakan perbedaan ketika berpasangan dan single adalah, saat memiliki pasangan dan kita ada masalah pasti kita akan bercerita ke pasangan kita dan dengan senang/kurang senangnya mereka akan memberikan nasihat atau solusi kepada kita, itu memang baik dan sangat wajar dilakukan oleh pasangan. But did you realize that you only get an advise or solutions from one person. Biasanya kamu akan sangat mendengarkan masukan dari pasanganmu tapi bagaimana kalau masukan itu kurang baik atau bahkan memang tidak baik? Berbeda ketika kamu memiliki banyak teman dekat ataupun sahabat, kamu bisa meminta masukan dari mereka dan pastinya karena berbeda orang pasti masukan dan solusi yang diberikan pun juga berbeda-beda. So… pikiran kamu akan lebih terbuka dan kamu pun bisa lebih menyaring serta menentukan mana yang terbaik. Selain itu, menjalin hubungan dengan banyak orang juga akan memberikan keuntungan untuk kamu. Setiap orang punya keunikan masing-masing dan ketika kamu berteman dengan mereka ada saja pengalamna-pengalaman yang bisa kamu ambil dan bermanfaat bagi kamu. Pas kamu sedih juga, kamu tidak hanya dihibur oleh satu orang, tapi ada banyak orang yang akan menghibur kamu, dan kamu juga akan lebih pintar karena kamu akan lebih banyak sharing dengan orang-orang hebat yang berkeliaran diluar sana. So wake up guys! you’re so lucky to be single!
  4. Get Happier. Hello mblo… i mean hello single people! Are feeling happy and much better? Kalau saya sih iya. Sangat bahagia! Happiness is a choice and i choose to be happy. Kebahagiaan itu tidak terbentuk hanya karena kamu memiliki pasangan, tapi kamu justru bisa lebih bahagia tanpa pasangan. Eskpresikan dirimu dan buang mindset kamu yang sangat terpuruk ketika tidak memiliki pasangan. Diluar sana banyak loh yang justru menderita karena punya pasangan dan sangat iri dengan posisi kita sebagai single people. You can create your own happiness by doing a lot of things. Mulai dari bekerja atau sekolah yang lebih produktif, menghabiskan waktu untuk dirimu sendiri dan keluarga, serta makin banyak membuka peluang kamu untuk maju jadinya.

Intinya, banyak banget keberuntungan dan kebahagiaan yang bisa kita ambil selama kita single! Kamu gaperlu malu apalagi minder ketika kamu belum punya pasangan. Justru inilah saat dimana kita bisa menunjukan kebanyak orang kalau single itu tidak selalu rendah, single itu tidak selalu bisa dipojokan. Kita single bukan karena kita tidak laku tetapi karena kita terlalu berkualitas dan selektif. Untuk apa kita memiliki status yang hanya membuat kita terus-terusan terpenjara. Jadi para single, kita harus buktikan kalau kita ini Single berkualitas. And Guys! Kalau memang sudah waktunya, kita akan mendapatkan seseorang yang baik dari yang terbaik dan nantinya akan datang diwaktu yang tepat disaat Tuhan udah takdirin kita untuk tidak menjadi Single karena Tuhan melihat Single people seperti kita berhak untuk mendapatkan yang sepantasnya. So.. just have fun with you own life right now!

Manusia diantara Perasaan dan Akal

Manusia itu memang makhluk yang unik.

Kadang mereka tahu kalau api itu panas

tapi mereka tetap menggenggamnya keras.

Mereka tahu kalau jalan itu buntu

tapi langkah mereka tetap tertuju.

dan bahkan mereka tahu kalau dasar lautan itu sangatlah dalam

tapi mereka tetap menyelam.

Ya, itulah manusia… Mereka seringkali mengesampingkan akal dibandingkan perasaan.

Lalu apakah berbahaya bila kita terus menggunakan perasaan? Tentu saja! Sebab perasaan selalu mengantarkan ketempat dimana kita bisa terjebak dalam derai air mata, kesedihan, kekecewaan, ataupun amarah. Meskipun saya juga tidak memungkiri kalau bahagia dan tawa tak terlepas jika bermain dengan perasaaan.

Namun apa kalian tahu? yang saya alami adalah saya tidak pernah bisa berdiri, bertahan, dan melangkah maju saat saya menggunakan perasaan. Perasaan terus membenamkan saya pada lorong yang paling dalam, gelap dan sepi.

The Bala-Bala

Dear bala-bala, Thank you for being the best people in my life! Gaterasa kan udah banyak hari-hari yang dijalanin bersama. I thank to God, karena Dia udah nemuin gue sama orang-orang terunik yang hampir punah. Jenis-jenis yang kaya kalian mungkin udah menjadi salah satu yang dilindungin, so… sulit rasanya nemuin yang sejenis gini diluar sana. Wkwkwk

Dari mulai masuk playfield, terus makin lama makin banyak nambah orang-orang baru, dan kalian gapernah berubah. Dari mulai berantem sampe bikin bokir nangis, rada sebel sama pentil yang suka tiba-tiba gajadi pergi karna dijemput pacar, ngegantung gigit di wall climbing dengan alasan penataran anak baru, sampai kena marah kokoh untuk pertama kalinya kemarin. Itu semua punya tempat tersendiri untuk dikenang. Kalian luar biasa! Temen yang gamunafik kaya kalian itu jarang. Yang kalau mau nyirnyir atau ngomongin nyeplos langsung didepan, meskipun kadang omongannya suka gak diayak dulu. We love each other, don’t we? Punya kalian itu udah kaya punya keluarga baru.

Anna, sahabat sekaligus sepupu dari kecil. Ya.. karna dari kecil jadi udah kenal ya til kita. Wkwk. Sebutan khusus buat anna biasanya itu pentil. Pentil itu orang paling sabar di Playfield, entah mau ditinggal, mau dijahatin, dimarahin member, dicuekin orang, tetep aja dia sabar, ya… kecuali pas kejadian yang gebrak meja ya til. Wkwk. Kita bareng terus pulang pergi, kadang suka sebel sama pentil yang karena udah telat terus gue samper ada aja yang ketinggalan di dianya, jadi harus balik dulu. Untung kita wanita tangguh  yang selalu siap menerjang kemacetan (re:ngebut dan naik motor sembarangan). Pentil itu orang yang paling pinter ngeles diantara kita, terus juga sering banget dapetin gosip-gosip terbaru. Gue akuin lo hebat til! Suka kasian sama ini bocah karena makan ogah-ogahan padahal badan udah kurus kering, tapi kalo ditraktir mah langsung ngegas. Wkwk. Pentil adalah orang yang gaakan ngusik orang lain kalau dia gadiusik, dan berani sama apapun selama dia ngerasa bener. Kalau gabener biasanya, lo ngeles  ya til biar jadi bener. hahaha

Irna, si batak yang multi-talented. Ya… bayangin aja, dia orang batak tapi Bahasa jawa juga dia kuasain. orang terajin dan teresik, gabisa liat ruangan atau kerja berantakan. Bokir adalah panggilan sayang gue buat dia, bokir itu batak yang seneng banget kalo dia dibilang kaya cina. Padahal, duuuuh… dari kulit aja udah beda jauh dan gaada cina-cinanya. Bokir adalah sobat paling manja dan paling ribet jadinya kalau mau diajak pergi-pergian. Dia kalo ngomong suka nyeplos, suka gatau tempat, tapi itu yang menariknya dari dia, karna itu dia gapernah ngomongin sahabatnya dibelakang. Cuma kadang suka kesel kalo kasih tau rahasia, karena dia kadang suka nyeplos. Hiks… dan dia suka banget bacain apa yang bikin malu temen-temennya, termasuk gue yang waktu keselimpet sama chargeran salah satu mommny galak di playfield. Seneng banget si bokir cerita kesemuanya. Duuuuuuuh -_- . udah gitu dia juga tipe orang yang gabisa boong, jadi apapun yang terjadi pasti dia ungkapin. Tapi dibalik muka bataknya yang sering dikomplen orang itu, dia punya kepedulian yang tinggi dan gapernah suka kalo temennya dijelekin.

Koh Adam… duh berat rasanya mau ngomong tentang dia. Masih takut diomelin kaya kemarin :(. Kokoh itu satu-satunya cowok di bala-bala. Baiknya suka bikin kita gaabis pikir. Kokoh itu, suka kejebak sama omongan sendiri dan terlalu lugu, gampang banget dipancing. Wkwk. sebelumnya, irna, gue, anna, selalu melabeli diri kita dengan sebutan “Adam’s angel”. Kokoh gapernah marah, tapi sekalinya marah nyeremin, dan bikin gabisa tidur pules. Hiks. Oia dia salah satu bala-bala yang paling ikhlas kalo dikerjain dan dibercandain, asal gaketerlaluan. Kokoh itu adalah kokoh terbaik yang pernah gue temuin, karena dia beda banget sama yang pernah gue kenal. Diantara anggota bala-bala lainnya kokoh yang paling tuwir,  so.. dia asyik banget buat diajak tukar pikiran dan sharing. Tapi… yang paling nyebelin adalah ketika dia sedang menirukan ketawa seseorang, itu mirip banget! Yups.. salah satu keahliannya mungkin menirukan orang lain dengan mirip abis itu dijadiin bahan bercandaan. Julukan buat kokoh dari kita adalah kokoh terong, karena kokoh punya banyak temen cewe terus nemplok kesana kemari (kemana-mana) jadinya kita bilang  kokoh itu kaya terong-terongan.

The last one… Gigit! Namanya si anggita tapi gue lebih suka manggil dia gigit. Dia udah kaya adik sendiri, seneng bisa kenal sama orang ini. Usianya masih 18 tahun dan baru  lulus SMA, so… dia masih lugu banget, masih perlu dikasih arahan karena kadang suka kagetan ngeliat hal-hal yang belum dialamin sebelumnya. Gigit itu anak yang lucu, dan ngegemesin, ya kalo buat dijadiin adik skornya 9 dari 10. Trus karena dia paling kecil, biasanya paling enak buat dikerjain, tapi tenang.. kita gakerjain yang macem-macem kok. Paling cuma ngegantung gigit di wall climbing. Wkwk. Gigit baru masuk sebelum bulan puasa, singkat rasanya pertemuan kita, tapi banyak yang dilalui. Mungkin karena dia juga jomblo, jadi dia selalu available buat diajakin hang-out bareng, tapi jomblonya dia beda sama gue yang jomblo emang karena nasib, kalo dia jomblo karena selektif. Entahlah.. rasanya suka seneng kalo ngeliat dia ketawa dan suka sedih kalo ngeliat dia sedih, kaya waktu itu belum lolos sbmptn tiba-tiba ikutan baper jadinya :(.

Yups…. Itulah temen-temen terunik yang gue punya. The Bala-Bala! Makasih ya guys untuk semuanya. Maaf kalo gue suka gajelas, bercanda kelewatan, ngerjain kalian, suka ngomong yang enggak-enggak. Banyak pelajaran yang gue dapet selama bersahabat sama bala-bala.  Bala-bala semakin ngebuktiin kalau orang-orang yang tulus itu gaakan pernah mandang agaman,  status,  jabatan,  penampilan,  dan ras untuk dijadikan sahabat.  Mereka mengalir begitu aja layaknya air yang jatuh ke tempat yang lebih rendah.  Semua persahabatan itu tentang kebersamaan bukan tentang kepentingan individu.

Bala bala berharga banget, kelebihan dan kekurang saling kita lengkapi. Gue sayaang banget sama kalian dan sumpah rasanya sedih banget harus pisah secepat ini. Tapi gapapa, kita masih bisa sering ketemu dan ngobrol di luar kan? Semoga persahabatan kita langgeng terus ya!

God made everything beautiful in its time

Kadang kita bertanya kenapa doa kita seakan ga didengar sama Tuhan, padahal Tuhan selalu dengar doa kita. Hanya saja, Dia tidak memberikan semua yang kita inginkan, tetapi Dia selalu memberikan apa yang kita butuhkan dan yang terbaik buat kita.

Saya pernah merasakan hal ini, kejadian yang sampai sekarang terus saya ingat. Saat itu saya sangat dilema karena saya sudah masuk ke salah satu perguruan tinggi negeri favaorit di Jakarta, namun saya belum memiliki biaya untuk membayarnya. Sampai akhirnya saya nekat mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar mereka dapat membantu saya dan saya menjadi penerima beasiswa bidikmisi. Saya masih ingat, waktu itu saya kesana sendiri dan naik busway disiang hari yang tak bersahabat. Setibanya saya disana, saya harus mengitari Kemendikbud yang tidak kecil itu karena kurangnya informasi yang saya dapatkan mengenai lokasi yang mengurusi beasiswa. Pindah dari gedung satu ke gedung lainnya, bertanya dari resepsionis satu ke yang lainnya, saya lakukan. Sampai akhirnya saya menemui petugas di bidang yang saya maksud.

Saya langsung menyampaikan maksud kedatangan saya. Saya juga membawa berkas-berkas pendukung (termasuk hasil seleksi diterima di PTN). Namun sayangnya, saya harus pulang dengan tangan kosong. Petugas tersebut bilang kalau Bidikmisi tidak bisa sembarangan memberikan beasiswa, seluruh beasiswa harus berdasarkan kampus yang ditunjuk untuk melakukan seleksinya. Kebetulan di PTN tersebut memang ada yang sudah menerima beasiswa bidikmisi, namun saya bukan salah satu diantaranya.

Sedih, kecewa, semua bercampur aduk. Rasanya hidup ini begitu sulit bagi saya. Saya hanya ingin kuliah, saya hanya ingin dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, tetapi kenapa harus sesulit ini?. Masih di dalam satu kawasan, terdapat masjid yang cukup nyaman dan kebetulan saya memang belum solat dzuhur. Disana saya luapkan apa yang hari itu saya rasakan, saya sampaikan pada Tuhan bahwa hari ini begitu berat, saya juga bertanya kenapa Tuhan tak mendengar doa saya dan mempermudah niat baik saya ini.

Batas pembayaran terakhir di PTN semakin dekat, saat itu saya mulai kalang kabut. Tak mungkin rasanya jika saya meminta kepada Ibu, karena saya tahu Ibu juga tak akan mampu membiayainya. Lagi pula, saya malu jika harus meminta Ibu untuk membiayai kuliah saya sebab sejak saya SMA, saya sudah tak lagi meminta biaya apapun ke Ibu. Apapun yang saya butuhkan saya harus bisa penuhi sendiri. Kepututsan terberat yang paling saya hindari akhirnya saya ambil, ya saya meminjam uang ke beberapa orang, dan untungnya ada salah satu keluarga dari Almarhum ayah yang juga turut membantu tanpa harus dikembalikan.

Dari sana, saya mulai melihat Tuhan membuka jalan saya meskipun bukan dengan cara ini yang saya inginkan. Akhirnya saya dapat membayar uang kuliah dan saya juga mendapatkan pekerjaan sambil menunggu kuliah saya dimulai. Tentu saja, yang terlintas dibenak saya ketika sudah bekerja ialah saya harus mampu dengan cepat melunasi pinjaman.

Sebulan sebelum perkuliahan, saya mendapatkan kabar bahwa saya di terima  sebagai penerima beasiswa di Universitas Paramadina. Beasiswa tersebut membebas biayakan saya sampai dengan saya lulus. Saat itu saya sangat bimbang untuk menentukan pilihan, sampai pada akhirnya saya berkeyakinan bahwa saya akan memilih Universitas Paramadina sebagai tempat kuliah saya. Pertimbangan saya saat itu tak lain karena saya tak perlu mengeluarkan biaya kuliah lagi, dan dapat berkuliah meskipun tak punya ongkos, karena jarak kampus dan rumah saya begitu dekat. Tidak seperti PTN tersebut yang pasti ada biaya harian untuk naik kereta ataupun naik angkot ke Depok. Perjuangan saya yang kemarin saya lupakan begitu saja, dan saya mantap untuk menjalakan kuliah di Universitas Paramadina, terlebih jurusan di Paramadina sesuai dengan yang saya inginkan sejak saya masih SMP.

Di pertengahan semester pertama, teman-teman penerima beasiswa sudah mendapatkan surat MOU beasiswa dari Paramadina. Namun, saya belum juga mendapatkannya. Sampai pada semester kedua, saya menanyai tentang MOU saya, dan alangkah terkejutnya saya ketika pihak kampus bilang bahwa beasiswa saya akan diubah. Yang mengejutkan bagi saya karena beasiswa tersebut diubah ke beasiswa Bidikmisi. Beasiswa langsung dari pemerintah, dan beasiswa yang sempat membuat saya frustasi untuk bisa melanjutkan kuliah karena tidak dapat menembusnya.

Ternyata Tuhan punya rencana yang lebih indah dari yang saya duga dan saya harapkan. Tuhan memberikan beasiswa yang saya ingikan disaat yang tak terduga dan tepat. Bayangkan jika saya memilih untuk kuliah di PTN, bukan hanya saya harus keluar uang setiap hari, namun saya juga tidak akan mendapat beasiswa ini. Allah sungguh baik, saat saya sudah ikhlas menerima ujiannya, dan tahu bagaimana harus berjuang, Allah memberikan imbalan yang tak terduga, nikmat yang luar biasa. Bagi orang lain mungkin saya terkesan lebay, namun bagi saya yang harus membiayai hidup saya sendiri, ini sungguh bermakna.

Begitulah cara Tuhan memberikan nikmat-Nya dalam kehidupan, Ketika kita berdoa dan berusaha namun semua itu belum terwujud, bukan berarti Tuhan pilih kasih atau tak mendengar doa kita. Tuhan ingin kita bisa ikhlas menerima apa yang dberikan dan Tuhan akan memberinya lebih disaat yang tak terduga. Allah, Kau memang baik. Teruslah berdoa dan berusaha, sebab Allah akan mendengar sekecil apapun doamu.