Graha Mahardika Paramadina

Wah pendaftaran panitia GMP (Graha Mahardika Paramadina) udah dibuka nih. Catat tanggal pentingnya yaaa !

image

Nah , sekarang saya akan mengulas tentang Graha Mahardika Paramadina. Well.. sebenernya GMP itu apa sih ? GMP merupakan kegiatan kaderisasi jenjang satu. Kegiatan ini merupakan program kerja tahunan dari Dewan Kaderisasi Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina.

Peserta GMP merupakan mahasiswa/i baru di Universitas Paramadina, dan ini di wajibkan untuk diikuti oleh peserta. Kalau mahasiswa/i baru Paramadina belum bisa mengikuti GMP di tahun mereka masuk, mereka harus mengikutinya di tahun berikutnya.

Inilah salah satu dari serangkaian keunggulan Univ.Paramadina, di kampus lain akan ada kegiatan ospek yang berisi sedikit perpeloncoan, harus membawa barang yang aneh-aneh, danelakukan serangkaian kegiatan yang memberatkan mahasiswa barunya. Sedangkan di paramadina kegiatan ospek tersebut diganti dengan kegiatan GMP. Disini tidak ada kegiatan perpeloncoan, tidak ada kekerasan sama sekali, dan mahasiswa tidak disuruh membawa barang-barang yang justru memberatkan mereka, bahkan untuk makan siang dan snack di sediakan loh. Enak banget kan yaaaa

Kegiatan Graha Mahardika Paramadina berlangsung selama 4 hari . Agendanya di hari pertama mahasiswa/i baru akan di ajak berkeliling kampus, berkenalan dengan teman satu kelompoknya, di kenalkan dengan lingkungan kampus, bagaimana paramadina, nilai-nilai keparamadinaan, core competence paramadina, dsb. Di hari kedua, mahasiwa/i baru Univ. Paramadina akan diberikan pemahaman mengenai leadership, dan biasanya akan ada tamu yang sangat menarik yang nantinya mengisi materi-materi, kalau jaman saya GMP yang datang itu Bapak Besuki Tjahja Purnama (Ahok), dan Guru Besar UNJ Bapak Arief Rachman. Dan foto bareng pak Ahok pas isi acara kemarin masih ada nih

image

Keren bangeeet kan… Selanjutnya di hari ketiga, agendanya makin seru nih, karena ada serangkaian games outdoor juga yang akan membuat kekompakan masing-masing kelompok makin erat, dan akan ada juga pengenalan lebih dalam tentang program studi yang di pilih oleh masing-masing mahasiswa/i baru. Sampai pada hari terakhir GMP, ini makin seru loh… OKUP day, yaa di hari terakhir ini seluruh UKM di Paramadina akan unjuk kebolehan mereka, dan mengenalkan masing-masing UKM. Di paramadina ada banyak UKM loh, mulai dari seni, kerohanian, kebugaran, bela diri, aksi sosial, dsb. Dan di hari terakhir GMP, biasanya akan diisi dengn hiburan yang luar biasa serunya.
Nah itu dia ulasan mengenai Graha Mahardika Paramadina . Buat calon mahasiswa/i paramadina, Lets Prepare ur Self to Join Us in Graha Mahardika Paramadina on September 2015 🙂 .

Press Release Fun(Ra) Paramadina

HUMAS KOORPORAT PUBLIC RELATIONS
UNIVERSITAS PARAMADINA 2015

Siaran Pers                                                                                                                       Embargo Until June, 30th 2015

Fun (Ra) Parmadina (Fun Ramdhan Bersama Paramadina)

Jakarta, 27 Juni 2015-Kelas Humas Korporat Universitas Paramadina, Sabtu, 27 Mei 2015 mengadakan suatu kegiatan yang ditujukan untuk para pelajar SMA/sederajat dengan nama “Fun(Ra) with Paramadina”, Keceriaan dibulan Ramdhan bersama dengan Universitas Paramadina.

Kegiatan ini terselenggara atas rasa keprihatinan para mahasiswa Humas Koorporat terhadap isu pesta bikini yang marak diperbincangkan dan meresahkan para orang tua beberapa waktu lalu. Project Manager FunRa Paramadina mengatakan “kegiatan ini akan mengedukasi para pelajar SMA, agar mereka bisa membuat acara yang lebih kreatif, menarik, dan bagus tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang kita miliki”.
Acara Fun(Ra) Paramadina diisi dengan serangkaian kegiatan seperti:
1. Workshop bertemakan “Creative Special Event”
2. Hiburan & Games
3. Beramal (Belajar Memahami Agama Islam)
4. Busana Maya (Buka Puasa bersama Anak Yatim)

Workshop bertema creative special event mengundang pembicara yang hebat, yakni Riki Permana. Beliau merupakan mantan Abang None DKI Jakarta dan saat ini bekerja di Google Indonesia. Pengalamannya dalam membuat creative event sudah tidak diragukan lagi. Workshop akan dimoderatori oleh Putri Bilanova, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional yang juga merupakan seorang penyanyi.

Pada kegiatan hiburan, komedian papan atas Jarwo Kuat akan meramaikan suasana bersama dengan temannya. Selain itu, dari mahasiswa juga ada Achirudin Islami “Odi” dan Mustopah yang akan mengisi hiburan berupa Stand Up Comedy (Special Collaboration). Kegiatan diikuti dengan acara Beramal yang diisi oleh ustad Izzat berupa siraman rohani, sampai dengan Busana Maya (Buka Puasa Bersama Anak Yatim).

Seluruh mahasiswa kelas Humas Korporat Universitas Paramadina berharap setelah acara ini terselenggara, para pelajar SMA akan lebih kreatif serta inovatif dalam membuat suatu event, yang melalui serangkaian perencanaan dan evaluasi pula.

Acara ini juga disponsori oleh Asuransi Jiwa AL-Amin, BN Mpek-Mpek, dan Kebab Turkey Babarafi. Media patner acara ini yakni Parmagz (Paramadina Magazine).

***

Humas Korporat merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa/i public relations Universitas Paramadina. Kegiatan Fun(Ra) Paramadina merupakan salah satu Project CSR di akhir kelas Humas Korporat.

For More Information
Please Contact :
Zhafira Nadiah
zhafiranadiahzuhri@gmail.com

TOT PLC Paramadina 2015

Sabtu, 6 Juni 2015. Seluruh panitia PLC (Paramadina Leadership Camp) 2015 sudah berkumpul pukul 06.30, untuk mengikuti kegiatan TOT ( Training on Trainer). Sedikit Informasi mengenai PLC, PLC merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh SEMA dan DKPM Univ. Paramadina yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, dan mengkaderisasi para peserta yang notabane-nya merupakan seluruh  mahasiswa baru di Paramadina.

Disini saya ditunjuk untuk menjadi mentor pleton 2, bersama dengan teman saya dari prodi HI. Saya pikir menjadi mentor merupakan hal yang mudah, kenyataannya tidak seperti yang saya bayangkan. Saya harus mengikuti 6 kali kelas khusus mentor, dan disana saya diberikan pengarahan serta berbagai pembekalan. Lanjut ke kegiatan, panitia teknis dan mentor baru meninggalkan kampus dan menuju ke tempat lokasi di Dodiklatpur, gunung bundar pukul 07.30 dan menggunakan tronton, kendaraan yang paling menakjubkan bagi mahasiswa dan juga paling “bersahabat”. Pukul 10.30 para mentor tiba di pemberhentian awal, Namun saat itu kami baru dapat melanjutkan perjalanan berikutnya pukul 11.45 karena harus menunggu panitia teknis yang terpisah mobil dengan kami.

Setelah seluruh panitia berkumpul, kami dibagi menjadi 2 tim. Satu tim akan melanjutkan perjalanan dengan trecking di jalur yang pernah di lewati tahun kemarin, dan yang lainnya trecking melalui jalur yang baru. Trecking dimulai, kondisi medan sesudah terguyur hujan membuat kami harus lebih berhati-hati. Cukup melelahkan sekali, karena ternyata meskipun jalan yang kami lewati sudah pernah dilalui, namun terdapat beberapa perubahan jalur dan jalur yang di ambil lebih curam.

image

Dan akhirnya setelah melewati jalan yang licin, tanjakan yang curam, dan mata air, sampailah kami di gerbang utama tempat pelatihan militer Dodiklatpur RINDAM JAYA. Hawa dingin pegunungan tidak lantas membuat keringat kami berhenti. Satu hal yang membuat kami selalu ingat dan berkesan adalah di gerbang utama ini kami mendapati tulisan “Ragu-ragu lebih baik pulang”. Tulisan tersebut justri menambah semangat kami.

Ini baru gerbang, dan untuk menuju ke barak tempat kami beristirahat kami harus berjalan kaki, entah berapa ratus meter, yang jelas perjalanan itu cukup menambah rasa lelah kami. Kami menyiasatinya dengan trus bernyanyi untuk mengganti rasa lelah tersebut dengan semangat, lagu-lagu kemahasiswaan seperti Darah Juang, Totalitas Mahasiswa, dan Buruh Tani terus berkumandang hingga kami sampai di turunan terakhir menuju barak.

image

.

Setelah sampai kami beristirahat sejenak dilanjutkan dengan santap siang yang cukup telat. Kotak merah ala-ala rindam sudah tersedia di meja dan tentunya dengan masakan rindam yang sangat khas di dalam kotak tersebut. Selesai makan kami langung mengikuti materi training pertama, selanjutnya kami melakukan spoting untuk caraka malam. Hujan yang turun pun tidak mengahalangi semangat kami untuk melanjutkan aktifitas sampai matahari terbenam.

Di malam hari, kami diberikan pembekalan medis oleh seorang TNI yang berpangkat sersan mayor dan sudah terlatih mengani beberapa kasus medis. Kondisi badan yang sudah mulai lelah dan suasana malam yang dingin membuat kegiatan tersebut kurang kondusif. Beberapa teman terlihat menguap berkali-kali dan bahkan ada pula yang mencuri-curi waktu untuk tidur. Pukul 22.15 acara selesai, dan kami pun kembali masuk ke barak untuk beristirahat.

Pagi tiba, suara sirine ambulance dibunyikan, tanda kami harus bergegas untuk bangun dan berkumpul. Aktifitas minggu pagi diawali dengan senam pagi yang dipimpin oleh salah satu TNI, pak Andrian. Mata kami terlihat masih mengantuk namun kami harus semangat terlebih lokasi senam berada di atas barak kami, sehingga kami harus berjalan mendaki terlebih dahulu untuk menuju lokasi. Selesai senam, kami diberi waktu untuk bersih-bersih dan selanjutnya sarapan bersama.

Setelah semuanya selesai, kami kembali dipecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengikuti kegiatan navigasi, dan kelompok lainnya mengikuti kegiatan bongkar pasang senjata dan tenda. Saya berada di kelompok yang kedua. Karena masib dipersiapkan oleh tentara barang-barang yang diperlukan, kami memutuskan untuk membuka sharing session mengenai pengalaman-pengalaman saat menajadi peserta PLC. Pengalaman-pengalaman yang dibagikan sangat menarik dan sangat berkesan sehingga tidak jarang menuai tawa diantara kami. Oya sebelumnya saya juga dminta untuk memimpin membawakn lagu -lagu kemahasiswaan bersama ka Sarah sebelum sharing session di mulai.

image

Ternyata, bongkar pasang senjata dan tenda saat itu tidak bisa dilakukan. So…. kami akhirnya melakukan aktifitas lain yang dilakukan oleh TNI, huh sayangnya saya lupa namanya. Dilihat dari bawah sepertinya mudah, namun saat di atas rasa takut mulai muncul karena melihat ketinggian yang cukup membuat dada bedegub lebih kencang, dan saya pun menjadi orang pertama yang mencobanya.

image

Seluruh panitia berkesempatan untuk mencoba ini. dan bahkan saat itu ada beberapa mahasiswa yang memang sebenarnya takut, dan saat dia mencoba kami mengerjainya dengan membuat tali yang di gunakannya menggantung. Sehingga membuat mereka ketakutan. Kegiatan ini memakan waktu hingga puku 10.45. Selesai dari kegiatan ini, kami langsung turun kebawah dan kembali ke barak untuk segera bergegas pulang. Tronton kesayangan kami pun sudah siap untuk mengangkut kami. Di perjalanan pulang, hampir semua yang berada di tronton tertidur karena kelelahan. Aktivitas TOT kali ini sangat menyenangkan  dan berkesan bagi kami, kendati melelahkan. Kami menunggu datangnya hari H nanti yang mungkin lebih banyak menguras keringt karena waktunya lebih lama yakni 3 hari 2 malam.

Kami harus tetao semangat, terlebih para mentor yang harus bekerja ekstra untuk membuat para mentee-mentee nantinya bisa menjadi apa yang diharapkan selepas mengikuti kegiatan ini.

PLC 2015, Semangat Bakti Aktivisme!
Infinite Endeavor: Pemimpin Peradaban

Krisis Etika Kekuasaan

Setelah membaca artikel mengenai Krisis Etika Kekuasaan yang ditulis oleh Siswono Yudo Husodo, dapat saya tarik kesimpulan bahwa krisis etika memang sedang marak terjadi di kalangan elite politik yang sedang berkiprah dan menduduki kursi pemimpin di berbagai lembaga Negara.

Sungguh sangat di sayangkan, para pemimpin  yang di harapkan dapat membawa dan mewujudkan tujuan bersama, malah mengedepankan kepentingan partai politik yang mengusung mereka. Kebanyakan pemimpin saat ini hanya omong kosong dengan janji janji mereka yang akan memperjuangkan hak rakyat. Mereka tidak melakukan pembangunan yang berarti bagi rakyat, namun mereka melakukan pembangunan pribadi dan golongan.

Para pemimpin saat ini menurut saya memiliki ketumpulan moral, mereka tidak dapat menempatkan manusia sebagai tujuan, tetapi mereka selalu menempatkan manusia sebagai alat. Mereka juga tidak lagi menjadikan pancasila sebagai ideologi bangsa. Pada sila ke 2 disebutkan bahwa kemanusian yang adil dan beradab, tetapi pada penerapannya terjadi sikap ingin menang sendiri dan menindas kaum yang lemah, bahkan adab yang dimaksudkan di dalam pancasila tersebut diabaikan begitu saja. Mereka terlihat pintar memang, namun jika mereka pintar mengapa mereka tidak mengerti adab yang disebutkan dalam sila ke-2 ?

Selanjutnya di pancasila disebutkan pada sila ke 3 yaitu Persatuan Indonesia. Dalam hal ini terlihat jelas bahwa tidak adanya persatuan. Mengapa? Sebab kita semua tahu bahwa sangat jarang pemimpin yang mau turun langsung ke jalan dan berbaur dengan rakyat, bahkan melihat penderitaan rakyat. Antara pemimpin dan masyarakat memiliki batasan laksana sebuah dinding yang sangat tinggi dan kuat. Mereka menganggap bahwa dirinya tak pantas bila harus merasakan atau turun melihat langsung keadaan masyarakat dilapangan, padahal pada saat pemilihan mereka menjadi pemimpin, mereka sudah sangat jelas membutuhkan rakyat, namun setelah terpilih? Mereka seakan lupa dengan kulitnya.

Pernyataan saya diatas merupakan contoh kecil, yaitu bagaimana para pemimpin bisa menjadi pemimpin yang baik, jika mereka tidak pernah menerapkan pancasila dalam kepemimpinannya. Pancasila hanya menjadi sebuah pajangan yang terbalut bingkai dan tertata rapi di dinding tempat kerja mereka yang mereka sendiri menghiraukan keberadaannya. Sungguh ironis.

Pemimpin harusnya terpilih karena kemampuannya untuk memimpin dan membenahi seluruh permasalahan yang ada sesuai dengan bidang yang di pimpinnya, bukan berdasarkan kekuatan politik yang kita ketahui sangat berkontribusi dalam pemilihan. Pemimpin seharusnya juga memiliki moral yang baik dan tajam, termasuk peka terhadap lingkungan nya.

Paramadina Kampus Budaya

image

Universitas Paramadina merupakan salah satu universitas swasta di Jakarta. Paramadina didirikan pada tanggal 10 Januari 1998 dengan nama Paramadina Mulya. Salah satu pendiri dari Paramadina merupakan cendikiawan muslim terkenal, yakni Nurcholis Madjid atau yang lebih sering disapa dengan panggilan Cak Nur.

“Buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya” seperti itulah pepatah yang tergambar antara Universitas Paramadina dengan Cak Nur. Hal ini dikarenakan pemikiran dan ciri khas Cak Nur yang tidak bisa dilepaskan dari Universitas Paramadina. Cak Nur mengembangkan pemikiran islam yang moderat, dan Cak Nur sangat sering melakukan diskusi-diskusi. Hingga saat ini, kegemaran Cak Nur dalam berdiskusi memunculkan budaya yang turun-temurun di miliki mahasiswa-mahasiswa Paramadina.

Kampus Budaya begitulah salah satu julukan dari Universitas yang berada di Gatot Subroto ini. Banyaknya kegiatan diskusi yang dilakukan oleh mahasiswa maupun civitas akademis, penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang bagus, dan lingkungan kampus yang sangat kekeluargaan menjadi alasan mengapa Paramadina menjadi kampus budaya.

Salah satu bentuk kampus budaya juga tercermin ketika kegiatan GMP (Graha Mardika Paramadina) berlangsung. GMP merupakan kegiatan orientasi pengenalan kampus untuk mahasiswa baru. Jika di kampus/universitas lain ada ospek yang biasanya berisi kegiatan yang “mengerjai” mahasiswa baru, di Paramadina kegiatan tersebut dibuat agar mahasiswa merasa dekat dan nyaman di Paramadina. Terdapat pembicara-pembicara hebat yang mengisi kegiatan ini. Contohnya saja pada GMP 2013, dimana wakil Gubernur DKI Jakarta diundang untuk menjadi pemateri, dan juga Bapak Arief salah satu guru besar Universitas Negeri Jakarta yang paling ditunggu karena keunikan dari gaya penyampaian materinya yang sangat disukai oleh mahasiswa.

Selaim itu, Paramadina juga banyak kedatangan tamu penting lainnya. Sebut saja Presiden Joko Widodo saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo pernah datang ke Paramadina untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Paramadina. Hadir pula saat itu walikota Bogor, Bima Arya, dan anggota DPR.

Paramadina tidak diragukan lagi mendapat julukan kampus budaya kareba terbukti memang banyak kegiatan-kegiatan yang sangat berkualiatas dan membangun.

Zhafira Nadiah Zuhri