TOT PLC Paramadina 2015

Sabtu, 6 Juni 2015. Seluruh panitia PLC (Paramadina Leadership Camp) 2015 sudah berkumpul pukul 06.30, untuk mengikuti kegiatan TOT ( Training on Trainer). Sedikit Informasi mengenai PLC, PLC merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh SEMA dan DKPM Univ. Paramadina yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, dan mengkaderisasi para peserta yang notabane-nya merupakan seluruh  mahasiswa baru di Paramadina.

Disini saya ditunjuk untuk menjadi mentor pleton 2, bersama dengan teman saya dari prodi HI. Saya pikir menjadi mentor merupakan hal yang mudah, kenyataannya tidak seperti yang saya bayangkan. Saya harus mengikuti 6 kali kelas khusus mentor, dan disana saya diberikan pengarahan serta berbagai pembekalan. Lanjut ke kegiatan, panitia teknis dan mentor baru meninggalkan kampus dan menuju ke tempat lokasi di Dodiklatpur, gunung bundar pukul 07.30 dan menggunakan tronton, kendaraan yang paling menakjubkan bagi mahasiswa dan juga paling “bersahabat”. Pukul 10.30 para mentor tiba di pemberhentian awal, Namun saat itu kami baru dapat melanjutkan perjalanan berikutnya pukul 11.45 karena harus menunggu panitia teknis yang terpisah mobil dengan kami.

Setelah seluruh panitia berkumpul, kami dibagi menjadi 2 tim. Satu tim akan melanjutkan perjalanan dengan trecking di jalur yang pernah di lewati tahun kemarin, dan yang lainnya trecking melalui jalur yang baru. Trecking dimulai, kondisi medan sesudah terguyur hujan membuat kami harus lebih berhati-hati. Cukup melelahkan sekali, karena ternyata meskipun jalan yang kami lewati sudah pernah dilalui, namun terdapat beberapa perubahan jalur dan jalur yang di ambil lebih curam.

image

Dan akhirnya setelah melewati jalan yang licin, tanjakan yang curam, dan mata air, sampailah kami di gerbang utama tempat pelatihan militer Dodiklatpur RINDAM JAYA. Hawa dingin pegunungan tidak lantas membuat keringat kami berhenti. Satu hal yang membuat kami selalu ingat dan berkesan adalah di gerbang utama ini kami mendapati tulisan “Ragu-ragu lebih baik pulang”. Tulisan tersebut justri menambah semangat kami.

Ini baru gerbang, dan untuk menuju ke barak tempat kami beristirahat kami harus berjalan kaki, entah berapa ratus meter, yang jelas perjalanan itu cukup menambah rasa lelah kami. Kami menyiasatinya dengan trus bernyanyi untuk mengganti rasa lelah tersebut dengan semangat, lagu-lagu kemahasiswaan seperti Darah Juang, Totalitas Mahasiswa, dan Buruh Tani terus berkumandang hingga kami sampai di turunan terakhir menuju barak.

image

.

Setelah sampai kami beristirahat sejenak dilanjutkan dengan santap siang yang cukup telat. Kotak merah ala-ala rindam sudah tersedia di meja dan tentunya dengan masakan rindam yang sangat khas di dalam kotak tersebut. Selesai makan kami langung mengikuti materi training pertama, selanjutnya kami melakukan spoting untuk caraka malam. Hujan yang turun pun tidak mengahalangi semangat kami untuk melanjutkan aktifitas sampai matahari terbenam.

Di malam hari, kami diberikan pembekalan medis oleh seorang TNI yang berpangkat sersan mayor dan sudah terlatih mengani beberapa kasus medis. Kondisi badan yang sudah mulai lelah dan suasana malam yang dingin membuat kegiatan tersebut kurang kondusif. Beberapa teman terlihat menguap berkali-kali dan bahkan ada pula yang mencuri-curi waktu untuk tidur. Pukul 22.15 acara selesai, dan kami pun kembali masuk ke barak untuk beristirahat.

Pagi tiba, suara sirine ambulance dibunyikan, tanda kami harus bergegas untuk bangun dan berkumpul. Aktifitas minggu pagi diawali dengan senam pagi yang dipimpin oleh salah satu TNI, pak Andrian. Mata kami terlihat masih mengantuk namun kami harus semangat terlebih lokasi senam berada di atas barak kami, sehingga kami harus berjalan mendaki terlebih dahulu untuk menuju lokasi. Selesai senam, kami diberi waktu untuk bersih-bersih dan selanjutnya sarapan bersama.

Setelah semuanya selesai, kami kembali dipecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengikuti kegiatan navigasi, dan kelompok lainnya mengikuti kegiatan bongkar pasang senjata dan tenda. Saya berada di kelompok yang kedua. Karena masib dipersiapkan oleh tentara barang-barang yang diperlukan, kami memutuskan untuk membuka sharing session mengenai pengalaman-pengalaman saat menajadi peserta PLC. Pengalaman-pengalaman yang dibagikan sangat menarik dan sangat berkesan sehingga tidak jarang menuai tawa diantara kami. Oya sebelumnya saya juga dminta untuk memimpin membawakn lagu -lagu kemahasiswaan bersama ka Sarah sebelum sharing session di mulai.

image

Ternyata, bongkar pasang senjata dan tenda saat itu tidak bisa dilakukan. So…. kami akhirnya melakukan aktifitas lain yang dilakukan oleh TNI, huh sayangnya saya lupa namanya. Dilihat dari bawah sepertinya mudah, namun saat di atas rasa takut mulai muncul karena melihat ketinggian yang cukup membuat dada bedegub lebih kencang, dan saya pun menjadi orang pertama yang mencobanya.

image

Seluruh panitia berkesempatan untuk mencoba ini. dan bahkan saat itu ada beberapa mahasiswa yang memang sebenarnya takut, dan saat dia mencoba kami mengerjainya dengan membuat tali yang di gunakannya menggantung. Sehingga membuat mereka ketakutan. Kegiatan ini memakan waktu hingga puku 10.45. Selesai dari kegiatan ini, kami langsung turun kebawah dan kembali ke barak untuk segera bergegas pulang. Tronton kesayangan kami pun sudah siap untuk mengangkut kami. Di perjalanan pulang, hampir semua yang berada di tronton tertidur karena kelelahan. Aktivitas TOT kali ini sangat menyenangkan  dan berkesan bagi kami, kendati melelahkan. Kami menunggu datangnya hari H nanti yang mungkin lebih banyak menguras keringt karena waktunya lebih lama yakni 3 hari 2 malam.

Kami harus tetao semangat, terlebih para mentor yang harus bekerja ekstra untuk membuat para mentee-mentee nantinya bisa menjadi apa yang diharapkan selepas mengikuti kegiatan ini.

PLC 2015, Semangat Bakti Aktivisme!
Infinite Endeavor: Pemimpin Peradaban

Semangatin Diri

Jakarta, 17 April 2015

Tepat hari ini seakan menjadi puncak dari titik kejenuhan saya. Apa yang membuat saya jenuh? Teman, lingkungan, kuliah? Ya.. Opsi terakhir saya rasa menjadi jawaban yang tepat. Bulan ini merupakan pertengahan kuliah di semester 4. Sangat cepat bukan waktu berjalan? Rasanya baru kemarin saya mengikuti GMP (Graha Mahardika Paramadina) salah satu kegiatan orientasi pengenalan terhadap mahasiswa baru, tahun ini bahkan akan memasuki semester 5.

Baiklah, kembali lagi ke alasan mengapa saya jenuh, saya rasa ini karena tugas di semester ini yang memang makin serius dan memiliki tingkat kesulitan yang sesuai dengan semester saya. Manajemen waktu yang baik sangat di perlukan, sebab setiap minggu selalu saja ada tugas yang membuat saya harus bisa menang melawan balapan melawan deadline yang diberikan. Saya harus bisa mengalahkan rasa kantuk ketika mengerjakan tugas setiap malam hingga dini  hari. Pernah saya dibuat tidak tidur hanya untuk bertarung membuat makalah dan power point untuk presentasi keesokan paginya. Sungguh suatu hal yang luar biasa untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Tetapi disaat mata dan pikiran mulai lelah, disaat jenuh melanda, selalu muncul di pikiran saya, kata-kata yang sering diucapkan oleh kakak saya “proses tidak pernah membohongi hasil”, begitulah yang sering di ucapkan hingga membuat saya terpacu untuk melakukan yang terbaik, sebab jika saya melakukannya dengan instant, saya yakin saya akan mendapatkan hasil yang instant pula (mendapat hasil yang buruk).

Saya sadar semakin tinggi tingkatannya maka akan semakin banyak yang harus di uji. Kalau saya berhasil lolos ujan tersbut maka saya bisa melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Saya mematok target yang harus bisa saya lampaui, maka dari itu saya harus mengeluarkan effort yang lebih untuk bisa mencapainya.

Terakhir, Ibu dan Almarhum Ayah saya menjadi alasan saya harus bersemangat dan keluar dari titik kejenuhan ini, sebab saya berjanji untuk selalu membuat mereka tersenyum bangga.

Regards,

ZhafiraNz