KAPAN NIKAH?

WhatsApp Image 2018-11-06 at 11.15.06 PMPernah ga teman-teman seusia saya ataupun lebih mungkin merasa muak dengan pertanyaan “kapan nikah”? pertanyaan yang menurut gue ambigu, karena antara basa-basi dan ngeledek. Yang santai si mungkin ngadepinnya biasa aja, terus kalo yang sensi biasanya langsung sinis. Hmm.. menurut saya yang santai pun bisa risih dan sinis jug si kalo ditanyain kaya gitu terus-terusan, meskipun dengan orang yang berbeda.

M E N I K A H  menjadi hal yang didambakan manusia, baik itu perempuan ataupun laki-laki. Bahkan kaum LGBT pun tertarik untuk menikah, meskipun hokum Indonesia tidak akan pernah melegakannya. Intinya most people want to get married. Lalu, apa karna itu semua menikah menjadi ajang perlombaan? Tidak seharusnya. Pola pikir tersebut harus dirubah, karena pernikahan bukanlah sebuah perlombaan lari yang berbalapan untuk sampai di garis finish. Toh pada kenyataannya tidak sedikit orang yang menikah dengan terburu-buru lalu menyesal dengan pernikahannya.

Bisa bayangkan bagaimana jika kamu sibuk iri dengan sekeliling yang sudah menikah, lalu sibuk mengerjar pernikahan dan akhirnya mendapat pasangan yang tidak sesuai keinginan? Mencari jodoh itu tidak seperti mencari baju dipasar, kalau sudah suka langsung beli terus pakai. Perkara pemilihan pasangan jelas berbeda! Kamu harus benar-benar tahu bagaimana orang tersebut (calon pasangan), dan untuk tahu itu semua ya pasti ada prosesnya (untuk proses disini saya tidak setuju dengan harus pacaran). Itu semua harus benar-bener di nilai dan dipikirkan matang-matang, karena kamu akan hidup dengan orang yang kamu pilih, bertemu dengannya setiap hari, tahu kebiasaan baik dan buruknya. Kalau dari awal kamu sudah tergesa-gesa menentukan pilihan, apa kamu yakin saat menjalani dengannya dia sejalan dengan kamu ?

Come on, berpikirlah dengan logika bukan dengan ego. Lalu, ada juga yang menikah karena menganggap dengan menikah masalah akan selesai. Contoh: menikah agar tidak usah lagi bekerja, menikah agar jauh dari keluarga yang tidak satu pemahaman, menikah agar tidak overprotective lagi dengan pasangan, dll. Jujur, saya dulu pernah menjadi salah satu dari orang yang berpikir seperti ini, rasanya pengen buru-buru nikah aja biar masalah selesai. Alhamdulillah Allah masih sayang saya dan bukain mata hati saya, karena semua itu salah. Yang namanya menikah justru menambah perkara meskipun bisa diselesaikan.

Inget, ini kehidupan nyata bukan FTV ataupun kisah dongeng kuno, yang dengan menikahi pangeran lalu sang puteri hidup bahagia selama-lamanya dan si penjahat lenyap ditelan bumi. Kenyataannya apa ? setiap rumah tangga pasti ada permasalahnnya. Jarang banget ada rumah tangga yang bener-bener mulus. Saya memang belum menikah, tapi saya memperhatikan orang-orang yang sudah menikah. Sekalipun terlihat harmonis tetap saja ada satu dua perkara yang tidak sejalan atau sepahaman. Ya namanya juga manusia yang karakternya dinamis.

So guys, stop menjadikan pernikahan sebagai ajang perlombaan dan pelarian. Jodoh sudah ada yang atur, dan memiliki waktunya masing-masing untuk datang. Tergesa-gesa dalam memilih pasangan bisa membuat manusia putus asa karena menyesal dengan pilihannya. Dan jika sudah menikah, tidak mudah untuk berpisah, karena pasti banyak hal yang harus dipertimbangkan kalaupun memilih untuk berpisah.

Terakhir, bagi teman-teman yang suka usil nanya “kapan nikah”, duuuuh mending itu di stop ya atau seengaknya dikurang-kurangin deh. Kita kan gatau isi hati orang gimana, dan daripada nanya kaya gitu mending kasih calon yang bisa diseleksi. wkwk

Santai aja… karena Urusan Jodoh Tak Perlu Risau, Pada Saatnya Allah Pilihkan Yang Terbaik.

 

ZhafiraNZ

Rumah Penuh Berkah

Rumah

Disuatu hari kamu akan hidup ditempat yang membuatmu nyaman yang kamu jadikan tempat berlindung dari panas dan hujan serta yang nantinya menjadi tempat untuk kamu berkumpul dengan orang-orang yang kamu sayangi. Pernah dengar istilah “Rumahku adalah Istanaku” ? Saya yakin pasti semua orang tahu istilah tersebut. Entah itu besar-kecil, mewah-sederhana, strategis ataupun tidak, rumah tesebut akan menjadi tempat untukmu pulang, dan menikmati sisa-sisa kepenatan dari rutinitas yang mungkin membuatmu bosan, dia akan tetap menjadi Istanamu.

“Tidak, rumahku seperti nereka”, Beberapa orang mungkin berpendapat demikian. Apa yang terjadi? Bukankah rumah harusnya menjadi tempat yang menyuguhkan kedamaian dan kehangatan? Tetapi mengapa mereka berpikir rumah justru menjadi sarang permasalahan yang ada, tidak ada kebahagiaan, tidak ada kehangatan, yang ada hanyalah cacian, makian, dan saling membenci, yang bahkan membuat penghuninya tak betah namun terpaksa untuk tetap tinggal.

Saya mencoba untuk memahami dan memperhatikan bahwa sejatinya rumah yang menjadi istana bagi penghuninya adalah rumah yang dibangun dan dilandaskan oleh rasa saling kasih-mengasihi dan menyayangi diantara mereka. Rumah itu disebut rumah penuh berkah. Sekalipun rumah tersebut tidak besar, berada dipemukiman kumuh, dan mungkin hanya berlantaikan tanah, itu tak menjadi penghalang sebuah istana. Gambarannya, Rumah yang penuh berkah adalah rumah yang sering dikunjungi oleh para saudara, sahabat, dan kerabat. Mereka datang untuk bersilaturrahmi, dan mungkin merindukan sang tuan rumah karena bertemu dengan sang tuan rumah adalah suatu hal yang berharga. Rumah tersebut akan ditanami dengan sejuta kebaikan, berada didalamnya sangat sejuk kendati tidak menggunakan AC, didalamnya para penghuni senantiasa melantunkan ayat suci Al-Quran, entah pada saat setelah solat ataupun ketika dipertengahan malam ketika semua orang terbaring tidur. Rumah yang penuh berkah akan membuat penghuninya sangat ingin segera sampai rumah dan enggan berlama-lama diluar rumah. Rumah yang penuh berkah bertabur banyak senyuman bukan kekecewaan.  Jika kau mendapati rumahmu seperti neraka cobalah untuk mengintropeksi dirimu.

Apa yang kau bangun adalah apa yang kau dapatkan. Keberkahan dari persinggahan yang kau tinggali tentu akan hilang jika kau tidak saling menyayangi, jika setiap harinya kau terus bertengkar dengan para penghuninya. Pertengkaran tidak akan meyelesaikan masalah, kawan. Bukankah nabi mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi? Bukankah pertengkarang adalah sifat dari para pembenci Adam? Lalu tidak kah kau sadar ketika kau saling membenci itu adalah iblis yang sedang berusaha memasuki hatimu dan mengganti kedamaian menjadi sebuah kerusakan.

Jadi semua saya kembalikan kepada masing-masing pribadi, ingin membentuk tempat mereka berteduh menjadi sebuah istana ataupun sebuah nereka. Mungkin bukan kau yang menjadi penyebab pertengkaran dalam keluarga, namun kau masih berdoa agar si pembuat onar dapat berubah, ya meskipun semua tak instant. Semua orang ingin memiliki istananya, ingin hidup di rumah yang penuh berkah. Namun bagaimana mungkin kau bisa mendapatkan rumah penuh berkah jika tak dari sekarang kau merubahnya?I Indah sekali bukan gambaran atas rumah penuh berkah? Saya harap, kau, saya, kita semua dapat menemukan kenyamanan dalam sebuah istana yang penuh cinta dan keberkahan.

Single? Siapa Takut!

Being IMG_20170831_064035_335single isn’t a bad thing. Banyak hal yang dapat kamu lakukan ketika kamu single. Begitupun dengan yang saya alami sampai detik ini saya menjalani hidup tanpa pasangan, semua terasa lebih membahagiakan dan lebih menakjubkan. So guys, i’d like to share you about being single, and these are the reason why you should be happy you are single:

  1. FREEDOM! Hal utama yang paling membahagiakan ketika kamu single adalah kamu dapat bebas melakukan hal yang kamu suka tanpa mengimbangi perasaaan pasanganmu. Kamu juga akan bebas jalan kemanapun kamu mau dan tentunya dengan siapapun. Bayangkan! bagaimana seringkali tersiksanya orang yang sudah berpasangan karena kehidupan mereka terlalu diatur oleh pasangan mereka dan mereka juga harus sering berkompromi ataupun mengalah dengan pasangan. Sangat menyedihkan! Terlebih di usia yang masih muda adalah usia emas untuk mengeksplore segalanya, baik dari pertemanan, kehidupan, jalan-jalan, organisasi, ataupun hal-hal lainnya yang hanya bisa dinikmati selagi kamu masih muda. Sayang sekali rasanya jika itu semua harus terenggut hanya karena kamu dikekang oleh pasanganmu sendiri.
  2. Saving money. Pacaran adalah kondisi dimana kamu harus mengeluarkan uang pribadimu atau bahkan uang orang tuamu agar membuat pasangannya senang, setidaknya kalau kamu pacaran di warung bakso pun kamu pasti akan mengeluarkan uang.  Tidak perlu memikirkan hadiah untuk pacar ketika ulang tahun, karena biasanya kamu akan membelikan sesuatu hal yang sangat spesial yang belum tentu kamu akan berikan ke orang tua, adik, ataupun kakak kamu. Hmm uang jajan 100.000 dan kamu harus rela menabung untuk membelikan pasanganmu hadiah yang harganya 1.000.000. Duh.. Apa gasayang uangnya? Andai saja kamu belikan hadiah untuk ibumu seharga kamu membelikan untuk pacarmu, pasti ibu mu akan lebih senang dan makin sayang sama kamu. Apalagi kalau uangnya ditabung untuk jalan-jalan ataupun beli barang yang kamu suka. Percaya deh, itu akan lebih bermanfaat. Beliin hadiah pacar 1.000.000 terus abis itu putus, duuuh sayang uangnya!
  3. Build Deeper Connection With People. “Cin, main yuk kesini”, “Aduh nggak deh gue udah ada janji mau jalan sama cowok gue”. Siapa hayooo yang sering digituin sama temennya pas mau ngajakin jalan? Ya sebagian dari kalian pasti pernah ngalamin hal tersebut. Case ini gajauh beda sih sama Freedom, tapi yang sudah saya alami pacaran itu justru nutup pintu pertemanan. Ya memang gasemuanya mengalami seperti saya, but most couple at this time do it. hiks , but don’t be sad! karena ketika kamu single itu adalah saat-saat emas untuk kamu lebih banyak menjalin pertemanan. Kamu bisa berteman dengan siapapun dan jalan sama mereka. Saya pun sampai sekarang tidak pernah merasa khawatir tidak memiliki pasangan, karena saya justru lebih banyak melakukan hal-hal gila yang tidak pernah bisa saya lakukan ketika saya punya pasangan. Memiliki banyak teman yang beragam. Hal yang paling saya rasakan perbedaan ketika berpasangan dan single adalah, saat memiliki pasangan dan kita ada masalah pasti kita akan bercerita ke pasangan kita dan dengan senang/kurang senangnya mereka akan memberikan nasihat atau solusi kepada kita, itu memang baik dan sangat wajar dilakukan oleh pasangan. But did you realize that you only get an advise or solutions from one person. Biasanya kamu akan sangat mendengarkan masukan dari pasanganmu tapi bagaimana kalau masukan itu kurang baik atau bahkan memang tidak baik? Berbeda ketika kamu memiliki banyak teman dekat ataupun sahabat, kamu bisa meminta masukan dari mereka dan pastinya karena berbeda orang pasti masukan dan solusi yang diberikan pun juga berbeda-beda. So… pikiran kamu akan lebih terbuka dan kamu pun bisa lebih menyaring serta menentukan mana yang terbaik. Selain itu, menjalin hubungan dengan banyak orang juga akan memberikan keuntungan untuk kamu. Setiap orang punya keunikan masing-masing dan ketika kamu berteman dengan mereka ada saja pengalamna-pengalaman yang bisa kamu ambil dan bermanfaat bagi kamu. Pas kamu sedih juga, kamu tidak hanya dihibur oleh satu orang, tapi ada banyak orang yang akan menghibur kamu, dan kamu juga akan lebih pintar karena kamu akan lebih banyak sharing dengan orang-orang hebat yang berkeliaran diluar sana. So wake up guys! you’re so lucky to be single!
  4. Get Happier. Hello mblo… i mean hello single people! Are feeling happy and much better? Kalau saya sih iya. Sangat bahagia! Happiness is a choice and i choose to be happy. Kebahagiaan itu tidak terbentuk hanya karena kamu memiliki pasangan, tapi kamu justru bisa lebih bahagia tanpa pasangan. Eskpresikan dirimu dan buang mindset kamu yang sangat terpuruk ketika tidak memiliki pasangan. Diluar sana banyak loh yang justru menderita karena punya pasangan dan sangat iri dengan posisi kita sebagai single people. You can create your own happiness by doing a lot of things. Mulai dari bekerja atau sekolah yang lebih produktif, menghabiskan waktu untuk dirimu sendiri dan keluarga, serta makin banyak membuka peluang kamu untuk maju jadinya.

Intinya, banyak banget keberuntungan dan kebahagiaan yang bisa kita ambil selama kita single! Kamu gaperlu malu apalagi minder ketika kamu belum punya pasangan. Justru inilah saat dimana kita bisa menunjukan kebanyak orang kalau single itu tidak selalu rendah, single itu tidak selalu bisa dipojokan. Kita single bukan karena kita tidak laku tetapi karena kita terlalu berkualitas dan selektif. Untuk apa kita memiliki status yang hanya membuat kita terus-terusan terpenjara. Jadi para single, kita harus buktikan kalau kita ini Single berkualitas. And Guys! Kalau memang sudah waktunya, kita akan mendapatkan seseorang yang baik dari yang terbaik dan nantinya akan datang diwaktu yang tepat disaat Tuhan udah takdirin kita untuk tidak menjadi Single karena Tuhan melihat Single people seperti kita berhak untuk mendapatkan yang sepantasnya. So.. just have fun with you own life right now!