Maaf, Aku Berhenti Mengagumimu!

downloadTeruntukmu yang pernah ku kagumi, Seseorang yang namanya tak pernah luput dalam doa yang kupanjatkan pada-Nya. Seseorang yang hanya sanggup aku kagumi dalam diamku. Seseorang yang selalu ku shalawatkan setiap kali aku mencuri pandangan terhadapmu.  Maaf, kali ini ku putuskan untuk berhenti mengagumimu. Aku tak pernah menyerah sebelumnya, karena aku yakin Allah-ku akan mendengarkan keluh kesahku tentangmu.

Hingga pada akhirnya, aku tersadar bahwa apa yang ku lakukan telah melampaui batas. Tak jarang aku mendahului kehendak-Nya karena besarnya rasa kagumku padamu. Berkali-kali aku kecewa ketika aku terus memupuk rasa kagum pada sesuatu yang tak pasti. Aku pernah mendahulukanmu dari apapun, sampai ku lewatkan Allah yang tak akan pernah meninggalkanku. Aku pernah mengutamakan waktuku untukmu, sampai aku meninggalkan waktu untuk diriku sendiri. Kau pernah menjadi sosok yang paling berharga dalam hidupku, dan menjadi sosok yang ku impikan untuk menjadi imamku kelak.

Aku salah, karena mencintaimu bukan karena Allah. Aku malu pada Allah, untuk semua kekeliruan yang menahun ku lakukan. Perasaan yang pernah ada untukmu, merupakan suatu kebodohan. Lewat kekecewaan yang teramat besar ini, kuputuskan untuk menghentikan kebodohonku. Kini, ku jamin kau tak akan menemukan aku yang kemarin, aku yang menjadikan Tuhan sebagai alat untuk mewujudkan keinginanku bersamamu. Aah… betapa dosanya aku, dan aku menyesal.

Saat ini, kuserahkan semua urusanku pada-Nya, kulapangkan hatiku dan belajar mengikhlaskan segalanya. Aku akan mengikuti ketetapan-Nya, menerima semua rencana-Nya tanpa memaksakan rencanaku. Aku tak khawatir melepas mu yang pernah menjadi sumber dosaku, karena aku yakin Allah-ku akan menggantikanmu dengan yang lebih baik asal aku terus bersabar dan memperbaiki diri menjadi umat yang dicintai-Nya. Ku matangkan hatiku untuk berhijrah, dan maaf kau tak akan lagi kusebut dalam doaku, karena dalam doaku tak akan ku sebut nama yang bukan menjadi kekasih halalku.

Hai Ramadan! Sudikah Kau Menjumpaiku Kembali di Lain Waktu?

ramadan kareem greeting card design with mandalaSaat pintu-pintu langit dibuka, saat keberkahan diberikan tanpa henti, dan saat setiap kebaikan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Itulah Ramadan, bulan yang penuh dengan kemuliaan. Di penghujung bulannya, umat muslim senantiasa mengharapkan kemenangan setelah satu bulan penuh berjuang melawan hawa nafsu dunia dan berbondong-bondong berburu kebaikan. Saya pun demikian, mengharapkan sebuah makna dari kemenangan.

Sayangnya, Ramadan tahun ini terasa begitu cepat. Gemuruh takbir yang berkumandang disetiap sudut negeri ini, menampilkan sebuah penyesalan, saat tersadar masih banyak kebaikan yang terlewatkan dibulan ini. Bukan karena tidak mampu, tetapi karena lalai dan masih mengikuti kesenangan dunia. Sedih justru muncul menjelang hari-hari terakhir Ramadan, padahal di Ramadan sebelumnya rasanya biasa saja, pun ketika Ramadan beranjak pergi.  Hanya betabur rasa suka cita menyambut hari raya Idul Fitri.

Ramadan tahun ini.. mengundang rasa untuk saya berpikir kembali akan makna sesungguhnya. Saya mendapat banyak pelajaran pada bulan suci ini, pelajaran tentang “Keikhlasan, Kesabaran, dan Istiqomah”. Sungguh itu semua membuat saya menjadikannya Ramadan terbaik, dan saya sangat enggan melepas kepergiannya. Satu pertanyaan yang terus terulang, “Apakah saya bisa bertemu Ramadan kembali?” .

Saya tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi mendatang, sekiranya ini menjadi Ramadan terakhir saya, tentulah semakin nyata penyesalan saya karena belum menjalankan dengan sepenuh hati. Namun, jika Ramadan masih sudi menjumpai saya, semoga saya bisa lebih baik ditahun mendatang. Ramadan memang bulan yang sangat indah. Selamat tinggal Ramadan, sampai berjumpa lagi di tahun depan (InshaAllah).

Terakhir, saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H untuk seluruh umat muslim di dunia, Taqoballahu Minna Wa Minkum. Mohon maaf lahir dan batin.