“KETIKA AKU BERBEDA DENGAN MEREKA” (Part I)

2013 …. Saat niat dan usaha saya berjalan seiringan, impian yang tak mungkin menjadi mungkin. Mungkin mimpi saya terlihat biasa saja bagi sebagian orang yang mampu secara materil. Tetapi kala itu, sungguh keinginan untuk bisa mengenyam pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi adalah suatu yang sangat tidak mungkin, dengan kondisi saya yang tidak mampu. Kala itu, banyak yang mentertawakan mimpi saya, dan yakin saya akan gagal.

………………………………….The stories…………………………………….

Ayah sudah lama meninggal sejak saya masih di usia 1 tahun. Saat Ayah pergi, Nenek tinggal bersama dengan Ibu, Saya dan Kakak saya. Tidak hanya nenek saja, namun di rumah peninggalan Ayah, semua anak-anak nenek ikut tinggal bersama kami. Kondisinya begitu baik, saat saya kehilangan Ayah, namun berbagai sosok terbaik mengeliling saya dan menyangi saya dengan sepenuh hati. Ibu, Nenek, Tante, semuanya bekerja.

Dan semua berjalan sangat baik sampai…………. Ibu di PHK dari pekerjaannya, Nenek sudah mulai sakit-sakitan dan Tante saya menikah lalu memiliki keluarganya sendiri. Keadaan membuat Ibu harus bekerja diluar kota, demi keuangan yang lebih baik. Lalu saya dan kakak tinggal bersama nenek. Nenek mengurusi kami.

Kondisi belum membaik, dan di SMA saya dan kakak saya mulai belajar membiayai semuanya sendiri. Semua keperluan pribadi dan sekolah harus bisa kami penuhi karena kami tahu hasil yang Ibu dapatkan di kota orang, hanya bisa untuk makan sehari-hari, dan tak jarang Nenek harus berdagang untuk melengkapi kekurangan dari keperluan dapur.

Dana sekolah yang dulu pernah ibu simpah untuk pendidikan kami terkuras sedikit demi sedikit hingga akhirnya tak bersisa. Saya tak akan pernah putus sekolah, yang saya tekankan apapun keadaannya saat itu saya harus bisa lulus dan tetap membanggakan orang-orang yang saya sayangi. Allah pun tak pernah tidur, saya tahu Allah selalu menolong umat-Nya. Allah menolong saya lewat belas kasih dari donatur yang dermawan terhadap anak yatim.

191245_200663066619047_6454555_o

Zhafira Nadiah SMA

Di usia 15 tahun (1 SMA) saya pun mulai berjualan jajanan warung dan pulsa yang saya jajakan di kelas dan berkeliling ke kelas-kelas lainnya pada saat jam istirahat. Yang paling saya ingat saat itu adalah ketika saya membawa dagangan dengan naik metro mini. Suasana pagi yang diisi banyak anak sekolah ke arah yang sama selalu menarik perhatian mereka dengan kondisi saya yang membawa dagangan. Mungkin mereka berpikir “Ini orang mau sekolah atau mau ngapain yaaa”…  Saya menjalani dan saya tidak pernah malu.

Suatu hari di bangku 2 SMA, saya mendapat sepeda bekas om Saya. Saat itu saya sangat senang, karena untuk pergi ke sekolah saya bisa menghemat ongkos. Saya mulai ke sekolah naik sepeda. Jarak dari Tegal Parang ke Pasar Minggu dan sebaliknya tak dirasakan lagi, karena bagi saya justru ini moment yang sangat bagus karena penghematan sekaligus olahraga. Ada satu moment dimana saya pulang dengan sepeda dan saya melihat teman-teman saya naik mikrolet 42 ke arah pulang. Saat itu saya membalap mikrolet tersebut dan membuktikan bahwa saya bisa lebih cepat dengan bersepeda dibandingkan naik mikrolet (angkot ini jalannya lama).

Saya sudah mulai berbeda dengan teman-teman saya yang mungkin kehidupannya jauh lebih baik daripada saya. Pernah sakit hati dengan kondisi ini, karena ada satu guru yang secara tidak langsung menghina kondisi saya yagn berbeda dengan mereka. Sakiiiiitttttt bangettt perlakuannnya terhadap saya, yang membuat sampai saat ini saya ingat dengan jelas kejadiannya, but it’s okay, saya sudah memaafkannya.

Teman…. Layaknya tempat sosial lainnya, disekolah ada yang baik dan ada juga yang kurang baik. Dan teman… saya ingin berterima kasih ke teman sepermainan saya dilingkungan rumah. Dia tahu kondisi saya, dan saat itu dia memberikan saya pekerjaan sebagai tukang cuci pribadinya. Bayaran yang didapat saat itu lumayan, bisa menambah uang jajan dan uang tugas. Cuci gosok pakainan teman saya terlihat ringan karena saya lakukan dibarengi dengan saya mencuci pakaian saya sendiri.

One thought on ““KETIKA AKU BERBEDA DENGAN MEREKA” (Part I)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s