Rumah Penuh Berkah

Rumah

Disuatu hari kamu akan hidup ditempat yang membuatmu nyaman yang kamu jadikan tempat berlindung dari panas dan hujan serta yang nantinya menjadi tempat untuk kamu berkumpul dengan orang-orang yang kamu sayangi. Pernah dengar istilah “Rumahku adalah Istanaku” ? Saya yakin pasti semua orang tahu istilah tersebut. Entah itu besar-kecil, mewah-sederhana, strategis ataupun tidak, rumah tesebut akan menjadi tempat untukmu pulang, dan menikmati sisa-sisa kepenatan dari rutinitas yang mungkin membuatmu bosan, dia akan tetap menjadi Istanamu.

“Tidak, rumahku seperti nereka”, Beberapa orang mungkin berpendapat demikian. Apa yang terjadi? Bukankah rumah harusnya menjadi tempat yang menyuguhkan kedamaian dan kehangatan? Tetapi mengapa mereka berpikir rumah justru menjadi sarang permasalahan yang ada, tidak ada kebahagiaan, tidak ada kehangatan, yang ada hanyalah cacian, makian, dan saling membenci, yang bahkan membuat penghuninya tak betah namun terpaksa untuk tetap tinggal.

Saya mencoba untuk memahami dan memperhatikan bahwa sejatinya rumah yang menjadi istana bagi penghuninya adalah rumah yang dibangun dan dilandaskan oleh rasa saling kasih-mengasihi dan menyayangi diantara mereka. Rumah itu disebut rumah penuh berkah. Sekalipun rumah tersebut tidak besar, berada dipemukiman kumuh, dan mungkin hanya berlantaikan tanah, itu tak menjadi penghalang sebuah istana. Gambarannya, Rumah yang penuh berkah adalah rumah yang sering dikunjungi oleh para saudara, sahabat, dan kerabat. Mereka datang untuk bersilaturrahmi, dan mungkin merindukan sang tuan rumah karena bertemu dengan sang tuan rumah adalah suatu hal yang berharga. Rumah tersebut akan ditanami dengan sejuta kebaikan, berada didalamnya sangat sejuk kendati tidak menggunakan AC, didalamnya para penghuni senantiasa melantunkan ayat suci Al-Quran, entah pada saat setelah solat ataupun ketika dipertengahan malam ketika semua orang terbaring tidur. Rumah yang penuh berkah akan membuat penghuninya sangat ingin segera sampai rumah dan enggan berlama-lama diluar rumah. Rumah yang penuh berkah bertabur banyak senyuman bukan kekecewaan.  Jika kau mendapati rumahmu seperti neraka cobalah untuk mengintropeksi dirimu.

Apa yang kau bangun adalah apa yang kau dapatkan. Keberkahan dari persinggahan yang kau tinggali tentu akan hilang jika kau tidak saling menyayangi, jika setiap harinya kau terus bertengkar dengan para penghuninya. Pertengkaran tidak akan meyelesaikan masalah, kawan. Bukankah nabi mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi? Bukankah pertengkarang adalah sifat dari para pembenci Adam? Lalu tidak kah kau sadar ketika kau saling membenci itu adalah iblis yang sedang berusaha memasuki hatimu dan mengganti kedamaian menjadi sebuah kerusakan.

Jadi semua saya kembalikan kepada masing-masing pribadi, ingin membentuk tempat mereka berteduh menjadi sebuah istana ataupun sebuah nereka. Mungkin bukan kau yang menjadi penyebab pertengkaran dalam keluarga, namun kau masih berdoa agar si pembuat onar dapat berubah, ya meskipun semua tak instant. Semua orang ingin memiliki istananya, ingin hidup di rumah yang penuh berkah. Namun bagaimana mungkin kau bisa mendapatkan rumah penuh berkah jika tak dari sekarang kau merubahnya?I Indah sekali bukan gambaran atas rumah penuh berkah? Saya harap, kau, saya, kita semua dapat menemukan kenyamanan dalam sebuah istana yang penuh cinta dan keberkahan.