God made everything beautiful in its time

Kadang kita bertanya kenapa doa kita seakan ga didengar sama Tuhan, padahal Tuhan selalu dengar doa kita. Hanya saja, Dia tidak memberikan semua yang kita inginkan, tetapi Dia selalu memberikan apa yang kita butuhkan dan yang terbaik buat kita.

Saya pernah merasakan hal ini, kejadian yang sampai sekarang terus saya ingat. Saat itu saya sangat dilema karena saya sudah masuk ke salah satu perguruan tinggi negeri favaorit di Jakarta, namun saya belum memiliki biaya untuk membayarnya. Sampai akhirnya saya nekat mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar mereka dapat membantu saya dan saya menjadi penerima beasiswa bidikmisi. Saya masih ingat, waktu itu saya kesana sendiri dan naik busway disiang hari yang tak bersahabat. Setibanya saya disana, saya harus mengitari Kemendikbud yang tidak kecil itu karena kurangnya informasi yang saya dapatkan mengenai lokasi yang mengurusi beasiswa. Pindah dari gedung satu ke gedung lainnya, bertanya dari resepsionis satu ke yang lainnya, saya lakukan. Sampai akhirnya saya menemui petugas di bidang yang saya maksud.

Saya langsung menyampaikan maksud kedatangan saya. Saya juga membawa berkas-berkas pendukung (termasuk hasil seleksi diterima di PTN). Namun sayangnya, saya harus pulang dengan tangan kosong. Petugas tersebut bilang kalau Bidikmisi tidak bisa sembarangan memberikan beasiswa, seluruh beasiswa harus berdasarkan kampus yang ditunjuk untuk melakukan seleksinya. Kebetulan di PTN tersebut memang ada yang sudah menerima beasiswa bidikmisi, namun saya bukan salah satu diantaranya.

Sedih, kecewa, semua bercampur aduk. Rasanya hidup ini begitu sulit bagi saya. Saya hanya ingin kuliah, saya hanya ingin dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, tetapi kenapa harus sesulit ini?. Masih di dalam satu kawasan, terdapat masjid yang cukup nyaman dan kebetulan saya memang belum solat dzuhur. Disana saya luapkan apa yang hari itu saya rasakan, saya sampaikan pada Tuhan bahwa hari ini begitu berat, saya juga bertanya kenapa Tuhan tak mendengar doa saya dan mempermudah niat baik saya ini.

Batas pembayaran terakhir di PTN semakin dekat, saat itu saya mulai kalang kabut. Tak mungkin rasanya jika saya meminta kepada Ibu, karena saya tahu Ibu juga tak akan mampu membiayainya. Lagi pula, saya malu jika harus meminta Ibu untuk membiayai kuliah saya sebab sejak saya SMA, saya sudah tak lagi meminta biaya apapun ke Ibu. Apapun yang saya butuhkan saya harus bisa penuhi sendiri. Kepututsan terberat yang paling saya hindari akhirnya saya ambil, ya saya meminjam uang ke beberapa orang, dan untungnya ada salah satu keluarga dari Almarhum ayah yang juga turut membantu tanpa harus dikembalikan.

Dari sana, saya mulai melihat Tuhan membuka jalan saya meskipun bukan dengan cara ini yang saya inginkan. Akhirnya saya dapat membayar uang kuliah dan saya juga mendapatkan pekerjaan sambil menunggu kuliah saya dimulai. Tentu saja, yang terlintas dibenak saya ketika sudah bekerja ialah saya harus mampu dengan cepat melunasi pinjaman.

Sebulan sebelum perkuliahan, saya mendapatkan kabar bahwa saya di terima  sebagai penerima beasiswa di Universitas Paramadina. Beasiswa tersebut membebas biayakan saya sampai dengan saya lulus. Saat itu saya sangat bimbang untuk menentukan pilihan, sampai pada akhirnya saya berkeyakinan bahwa saya akan memilih Universitas Paramadina sebagai tempat kuliah saya. Pertimbangan saya saat itu tak lain karena saya tak perlu mengeluarkan biaya kuliah lagi, dan dapat berkuliah meskipun tak punya ongkos, karena jarak kampus dan rumah saya begitu dekat. Tidak seperti PTN tersebut yang pasti ada biaya harian untuk naik kereta ataupun naik angkot ke Depok. Perjuangan saya yang kemarin saya lupakan begitu saja, dan saya mantap untuk menjalakan kuliah di Universitas Paramadina, terlebih jurusan di Paramadina sesuai dengan yang saya inginkan sejak saya masih SMP.

Di pertengahan semester pertama, teman-teman penerima beasiswa sudah mendapatkan surat MOU beasiswa dari Paramadina. Namun, saya belum juga mendapatkannya. Sampai pada semester kedua, saya menanyai tentang MOU saya, dan alangkah terkejutnya saya ketika pihak kampus bilang bahwa beasiswa saya akan diubah. Yang mengejutkan bagi saya karena beasiswa tersebut diubah ke beasiswa Bidikmisi. Beasiswa langsung dari pemerintah, dan beasiswa yang sempat membuat saya frustasi untuk bisa melanjutkan kuliah karena tidak dapat menembusnya.

Ternyata Tuhan punya rencana yang lebih indah dari yang saya duga dan saya harapkan. Tuhan memberikan beasiswa yang saya ingikan disaat yang tak terduga dan tepat. Bayangkan jika saya memilih untuk kuliah di PTN, bukan hanya saya harus keluar uang setiap hari, namun saya juga tidak akan mendapat beasiswa ini. Allah sungguh baik, saat saya sudah ikhlas menerima ujiannya, dan tahu bagaimana harus berjuang, Allah memberikan imbalan yang tak terduga, nikmat yang luar biasa. Bagi orang lain mungkin saya terkesan lebay, namun bagi saya yang harus membiayai hidup saya sendiri, ini sungguh bermakna.

Begitulah cara Tuhan memberikan nikmat-Nya dalam kehidupan, Ketika kita berdoa dan berusaha namun semua itu belum terwujud, bukan berarti Tuhan pilih kasih atau tak mendengar doa kita. Tuhan ingin kita bisa ikhlas menerima apa yang dberikan dan Tuhan akan memberinya lebih disaat yang tak terduga. Allah, Kau memang baik. Teruslah berdoa dan berusaha, sebab Allah akan mendengar sekecil apapun doamu.