Tentang Alam 

Alam tidak pernah pamrih dalam memberi. 

Alam selalu pasrah atas apa yang dilakukan manusia terhadapnya. Seolah saat mereka merusaknya, dengan suara parau alam berkata “Aku masih ingin hidup, aku masih ingin membantu kalian dengan apa yang bisa aku hasilkan. Ku mohon, jangan rusak aku, jangan bunuh aku.”

Sayang seribu sayang, manusia tak bermata melihat tangisannya, tak berhati merasakan getaran kesedihannya. 

Tunggu, apakah mereka manusia? Ya, mungkin saja. 

Mereka manusia yang tak memiliki mata hati. 

Hingga pada suatu saat alam tidak bisa lagi memberi.

Membuat mereka takut dan menyesal atas apa yang mereka lakukan. 

Hai sobat! Alam sudah terlalu sering berbaik hati. Lantas, bisakah kita bersyukur dan membalas kebaikannya. 

Cukup dengan tidak merusak apa yang ada dan merawat mereka sebagaimana semestinya 🙂