Surat Untuk Ibu

Untuk malaikatku , Ibu…

Bintang yang menyinari kegelapanku adalah engkau, matahari yang selalu menghangatkanku adalah engkau, dan embun yang selalu menyejukanku juga engkau. Ibu.. lelah letih dan segala upaya kau curahkan untuk membersarkan ku, anakmu yang kini tidak lagi menjadi peri-peri kecilmu, yang tidak lagi menangis ketika kau tidak membelikan boneka Barbie di depan pagar sekolah, serta yang tidak lagi meminta kau untuk menggandeng tanganku ketika sedang menyebrang jalan.

Sembilan belas tahun sudah kau merawat dan menjaga-ku dengan kehangatan kasih sayangmu. Doa-doa yang kau panjatkan disetiap sujudmu selalu mengiringi langkah hidupku. Bahkan kau selalu menyisihkan waktu malam-mu untuk meminta pada-Nya segala yang terbaik untuk anakmu. Kesendirianmu selama bertahun-tahun kau tahan dan tidak kau jadikan sebuah beban penderitaan. Semua itu kau nikmati sendiri dan yang aku lihat hanyalah sebuah senyuman manis yang terpancar diraut wajah yang kini sudah mulai dipenuhi kerutan.

Kau tidak hanya menjadi seorang Ibu yang baik, tetapi juga ayah yang baik. Berkat didikanmu kini aku bisa meraih satu-satu persatu mimpiku. Bahkan kesendirianmu tidak kau jadikan hambatan untuk memberikan pendidikan yang tinggi bagi anak-anakmu. Walaupun tidak jarang kau menghadapi kesulitan, kepercayaanmu bahwa setiap masalah selalu memiliki penyelesaian memang selau kau buktikan. Kau sungguh hebat, Ibu!

Maafkan aku Bu, maafkan aku yang ketika kau panggil dengan suara lembut mu aku menghiraukannya, ketika kau melarangku untuk tidak melakukan tindakan yang kau percaya itu tidak baik, justru aku mengerjakannya, yang selalu kecup keningnya dan kau perlakukan layaknya peri kecilmu ketika hendak beranjak dari rumah namun aku justru mengelak. Begitu banyak tindakan dan perkataanku yang melukai hati mu Ibu, namun doa dan kebaikanmu tak pernah berhenti tercurah untuk-ku.

Wahai malaikatku, izinkan aku untuk menyampaikan rasa sayangku yang teramat dalam bagimu.. Rasa sayang yang tak akan pernah luntur, sekalipun waktu berjalan 1.000 kali lebih cepat. Aku menyangimu lebih dari aku menyangi diriku sendiri. Belum banyak hal yang bisa aku berikan padamu, Bu. Tetapi aku berjanji, layaknya janji seorang pelaut bahwa aku akan selalu membuatmu bangga, aku akan berubah menjadi peri kecil kesayanganmu yang selalu menghiburmu. Kau segalanya untukku Ibu. Ini memang kalimat yang sudah sering dan banyak sekali orang di luar ucapkan, tapi percayalah bahwa ini memang tercurahkan dari lubuk hatiku yang begitu dalam.

Terimakasih Ibu, untuk segalanya yang tak mampu lagi ku utarakan dengan kata-kata. Hanya pelukan hangat yang menjadi isyarat terima kasihku kepadamu. Terimakasih ibu, untuk 19 tahun terindah dalam hidupku. Kau akan selalu menjadi inspirasiku dan kau akan selalu menjadi malaikatku.
Selamat hari Ibu, untuk Ibu terhebat 

Salam sayang,

Peri Kecilmu