Perempuan dalam Memilih Pasangan Hidup

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Muslimah yang dirahmati Allah, izinkan saya di kesempatan kali ini untuk membahas masalah perempuan dalam mencari jodoh. Saya seorang perempuan yang kini tidak lagi belia, jatuh cinta tentu pernah saya rasakan. Apa yang saya lihat ketika jatuh cinta, inshaAllah di luar kemunafikan saya sama seperti yang diimpinkan banyak perempuan, saya tentunya jatuh hati karena ketampanan dari lawan jenis saya, atau mungkin karena dia merupakan sosok yang popular di Sekolah, belum lagi jika dia bersikap romantis, dan termasuk laki-laki yang “modal”. Ya itulah yang saya utamakan, saya bisa membedakan dan berpikir tentunya setiap kali jatuh cinta pasti ada first impression, dan hal-hal yang saya sebutkan sebelumnya merupakan first impression, so is this true love? ofcourse not!

Saya ingat dengan perkataan para tokoh agama di sekitar saya mengenai pencarian jodoh. Mereka selalu bilang bahwa “carilah jodoh yang memiliki agama yang baik” (re: seorang muslim yang bertaqwa). Sebelumnya saya tidak begitu setuju dengan kalimat ini. Mengapa? 1.) Ditinjau dengan materi, semua orang butuh materi untuk hidup. Untuk apa menikah dengan orang yang bagus agamanya, tetapi nanti saya melarat / menderita setelah menjadi istrinya. Bukankah wajar jika perempuan itu matre?!. 2.) Ditinjau dengan penampilan. Duh tidak dipungkiri, pastinya wajah juga memengaruhi pemilihan pasangan, ya mana ada yang mau berjodoh dengan pasangan yang buruk rupa/cacat, apa kata orang lain nantinya kalau kita ajak pasangn kita jalan bareng di tempat umum, ya kalau dia kaya masih tak apa, lalu kalau tidak, tentu saja perempuan enggan memiliki pasangan seperti itu. 4.) Dari segi kelembutan dan keromantisan. Saya pernah melihat orang yang mengerti agama tetapi masih saja bersikap kasar, bahkan memperlakukan istrinya layaknya seorang pembantu, padahal banyak laki-laki lain yang agamanya tidak bagus tetapi memperlakukan perempuan dengan baik, dan sangat romatis terhadap pasangannya. 5.) Dari segi kecerdasan. Agama hanya membawa kita ke dunia saja, perempuan butuh pasangn yang cerdas, pintar, pandai, karena akan memiliki wawasan yang luas dan menyenangkan bila diajak berdiskusi. Ya itulah serangkaian pemikiran saya mengenai pencarian jodoh berdasarkan realita dan logika.

Astagfirullahaladzim, sungguh ternyata pemikiran saya yang menyangkal nasehat dan perkataan tokoh agama tersebut adalah salah, pemikiran yang sangat keliru dan diliputi hawa nafsu serta keindahan dunia. Kini saya tahu alasan mengapa kita harus memilih pasangan yang mengerti agama dan tentu saja yang mengaplikasikan apa yang di ajarkan agamanya. Insha Allah dia adalah sebaik-baiknya pasangan yang dapat membawa kita selamat baik di dunia maupun di akhirat. Lantas, bagaimana dengan serangkain logika tadi? apakah bisa terpatahkan?

Bismillahirromanirrohim, akan mulai saya jelaskan pendapat saya belakangan ini, insha Allah ini benar adanya dan memang datangnya dari Allah.

1). Kebanyakan perempuan takut memilih laki-laki yang mengerti agama tapi belum mapan. Jika memang ukhti memilih laki-laki yang mengerti agama tentu saja ia akan berusaha bekerja keras, tanpa putus asa, tidak akan pernah menyerah, dan terus mencari rezeki yang halal tanpa mengeluh sama sekali. Islam menjadikan laki-laki sebagai pemimpin dikeluarga mereka. Selain bertanggung jawab terhadap rumah tangganya, dia juga masih bertanggung jawab atas Ibunya. Inilah yang menjadi dasar bahwa laki-laki yang agamanya baik pasti akan menerapkannya. Dan tahukah ukhti? Sebuah proses tidak akan pernah membohongi hasil, dengan bekerja keras, ikhtiyar, dll tentu saja pintu rezeki akan semakin terbuka, dan bahkan rezeki tersebut berkah. Selain itu juga di Islam kita diajarkan untuk bersedekah, dimana dengn bersedekah Allah akan melipatgandakan pahala yang di miliki.

2). “Untuk berada di muka umum, penampilan sangat penting, jadi mencari yang tampan lebih baik”. Suatu pemikiran yang sangat keliru. Sebenarnya yang kita butuhkan bukan ketampanan, tetapi kebersihan dan keindahan. So… Jika memang kita memilih pasangan hidup muslim yang baik, tentunya dia akan tahu tentang menjaga kebersihan dan keindahan. Sebab Allah sangat menyukai kebersihan dan keindahan. Maha Suci Allah! Jadi kita akan selalu memiliki pasangan yang sedap di lihat karena air wudhu yang tak pernah terlepas sebelum shalatnya, dan kebersihan dirinya.

3). Banyak yang bilang orang yang hanya mengerti agama saja akan “kolot” dan menutup diri pada perkembangan teknologi, jadi mereka mungkin tidak secerdas dan sepintar orang-orang yang mengikuti arus globalisasi. Kembali saya katakan ini pemikiran yang keliru! Ingatkah ukhti dengan kalimat “Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina” , dan lihat pula hadist ini:
Kewajiban menuntut ilmu ini ditegaskan dalam hadits nabi, yaitu :

رواه إبن عبد البر)) طَلَبُ اْلعِلْمَ فَرِيْضِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ

Artinya :

Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat”(HR. Ibnu Abdil Bari)

Jadi bukankah menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban? semua orang muslim yang taat tentunya akan menuntut ilmu, dan akan memiliki wawasan yang luas. Bahkan bukan hanya wawasan agamanya saja, juga wawasan umum. Apalagi yang diragukan ukhti?

4). Saat ini marak sekali kasus perempuan dilecehkan, bahkan tidak jarang kita lihat banyak istri yang mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga. Sebagai seorang perempuan, tentunya kita tidak ingin mendapat perlakuan seperti itu bukan? namun pada kenyataannya banyak pengkuan yang mengatakan bahwa selama berpacaran mereka sudah mendapat perlakuan keras tersebut, hanya saja cinta membutakan semuanya. Ayooo cinta juga harus pakai mata ya ukhti. See!! para pasangan laki-laki yang berbuat kasar apakah mereka mengerti dan mengaplikasikan pengetahuan agama? Apakah mereka seorang muslim yang taat? Apakah mereka pasangan yang baik dan dicintai Allah? Saya berani berkata bahwa mereka bukan termasuk kedalam golongan laki-laki yang baik, dan tentu saja tidak mengerti agama. Atau mungkin mengerti agama namun hanya sebatas kenal dan tidak di terapkan! Ukhti, tahukah bahwa perempuan dalam islam sangat dimuliakan. Ukhti bisa membaca surat An-Nisa terdapat sekali penjelasannya di ayat tersebut. Atau mungkin dengan beberapa ayat ini:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)

Begitu pula dalam firman-Nya,“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Dan masih ada beberapa surah lainnya dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang kedudukan perempuan dalam islam yang sungguh dimuliakan. Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Jadi, para muslim atau calon pasangan yang mengerti dan mengaplikasikan pengetahuan agamanya dengan baik, tentu akan memperlakukan istrinya dengan baik, dan pasti tetap romantis karena dia akan mengkuti apa yang dilakukan Rasulullah kepada istrinya. Kita pasti tahu cerita-cerita yang sangat romantis yang dilakukan Rasulullah terhadap istrinya. Sekalipun suami marah dengan kita, mereka akan menghukum kita dengan hukuman yang seringan-ringannya, dan tidak akan menyakiti. Allahuakbar islam memang memberikan kedamaian dan ketentraman, sungguh islam telah mengatur segala sesuatubya dengan baik dan yang terbaik.

Ya begitulah sekiranya alasan mengapa kita memang diwajibkan untuk memilih pasangan yang paling bagus agamanya. Bukan yang kaya, tampan, pintar, terkenal, dsb. Percayalah ukhti itu hanyalah kenikmatan duniawi, sedang memilih muslim yang baik dapat membawa kita dalam kesalamatan dunia dan akhirat.

Saya sendiri mungkin masih terus memperbaiki diri agar pantas bersanding dengan pasangan yang “langka” ini, sebab tentu saja orang muslim yang baik hanya untuk muslimah yang baik pula, itulah janji Allah.

Dunia dan kegemerlapannya sudah terlalu membuat kita terlena dan merelakan kehilangan serta menghilangkan nilai-nilai islam, iman dan taqwa dengan mudahnya lenyap oleh hawa nafsu dunia. Padahal kehidupan setelah inilah yang kekal. Pikirkan kembali ukhti dalam mencari pasangan, agar tidak menyesal nantinya. Semoga kita semua dapat bersanding dengan muslim yang baik, yang dikirimkan Allah dengan cara yang terbaik dan diridhoi-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Cukup sekian tulisan ini, segala sesuatu yang salah dan kekeliruan datangnya dari saya, dan kebenaran datangnya dari Allah. Semoga dapat bertemu kembali di tulisan selanjutnya.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Keseruan di Malang dan Bali hari Pertama

Well.. berhubung di beberapa pos saya belum update fotonya, dikesempatan kali ini sebelum lanjut ke cerita berikutnya akan saya upload beberapa foto di cerita-cerita saya kemarin.

1. Ini pertama kalinya sampai dan singgah sebentar di Malang, saya singgah di Alun-alun kota Batu

image

Alun-Alun Kota Batu

image

image

Zhafira Nadiah Selfie sendirian

image

Zhafira Nadiah Di atas ferish wheel

image

2. Ada foto pas di atas kapal yang nyebrang ke pelabuhan Gilimanuk Bali, tapi sayangnya kamera pocket yang sama pakai gabisa capture apa yang mata saya lihat. ga sebagus itu deh.

image

Yang putih bulat diatas itu bulan yaa

image

3. Cuma di Bali loh, jalan Tol ga cuma buat mobil, tapi juga ada yang buat motor, salut deh sama Bali. ini viewnya.

image

image

image

4. Sampai di Kuta,langsung di jemput ke Tanjung Benoa lewatin jalan tol khusus motor juga untuk maim watersport.

image

Naik Speedboat dulu untuk nyebrang sebelum main Parasailing

image

Zhafira Nadiah main Parasailing

image

Mulai naik sedikit

image

image

Titik tertinggi di Parasailing

4. Main-main di Pantai Nusa Dua

image

Zhafira Nadiah di Nusa Dua

image

5. Lanjut ke Waterblow

image

Subhanallah Indahnya

image

Zhafira Nadiah di Waterblow

image

Malam Hari di Bali

Istirahat yang kebablasan,jam 19.00 baru bangun. Duh jadi ga dapet sunset deh hari pertama di Bali ini. that’s okay… so i decided untuk jalan-jalan ke pantai, mau liat aja situasi malem di pantai di Bali itu gimana, sambil nyari makan juga. Keluar hostel ternyata depan samping kanan kiri hostel saya adalah club-club malem, bule juga banyak yang berkeliaran disini, berasa bukan di Indoesia. Nah terus langsung aja nyalain motor sewaan dan jalan ke tempat pantai kuta. Untungnya arah ke pantai udah mulai inget jadi gaada lagi tuh harus puter balik, lawan arah, apalagi kesasar. hihihi

Sampai di Pantai cuma duduk-duduk sebentar terus langsung deh nyari makan. Nah rada bingung nih untuk nyari makan kira-kira beli apa ya? well.. ngeliat ada logo Mc.D langsung aja kepikiran buat kesana, karna saya tahu harga yang tertera disana pasti gajauh beda sama Mc.D di Jakarta. Tapi beberapa langkah sebelum ke Mc.D saya nemuin KFC, wah ini dia nih, di KFC kan ada pake super mantap (2 sayap ayam, 1 minuman, 1 nasi) harganya Rp. 22.000 , yaudah langsung lah kesana dan pilih paket tersebut. lumayan sepi juga kfc disini, ya mungkin karena kebanyakan turis lebih suka makan makanan western dan ga prefer ke nasi. Pas makan ayam kfc disini, agak sedikit beda rasa ayamnya, pokoknya beda gitu, gaseenak di Jakarta. waduh mulai takut kalau KFC disini ga halal dan mengandung Babi, langsung saya celingukan nyari logo halal di tempat ini. Alhamdulillah ternyata masih ada tulisan atau logo halalnya. Jadi amanlah, meskipun rasanya beda.

Selesai makan saya memutuskan untuk langsung balik ke hostel untuk istirahat karena badan udah minta diistirahatin lagi. Balik ke hostel langsung siap-siap tidur.. Uh nyebelin mata udah dimerem-meremin masih juga gabisa tidur, padahal udah ngantuk, badan pake kena giduan lagi, udah gitu juga pilek plus tenggorokan sakit. Kaya gini nih yang bikin gaenak dan ganahan! Meremin mata trus grasak grusuk dengan posisi yang pernah bener, liat HP udah jam 10an .. Terus tiba-tiba pas mainin HP bentar ada line dari richel, yang bilang kalo ngajakin keluar, mereka bilang kalau lagi ada di daerah kuta, dan ditawarin mau keluar bareng apa ngga. Yups karena udah ngantuk dsb tapi gabisa tidur, ya mending langsung jalan. Huh percaya atau ngga tapi ini emang beneran, masa pas mereka ajakin keluar dan siap-siap buat keluar, mata langsung on gitu, dan pusing plus pilek tadi juga langsung ilang. emang minta banget diajak jalan ini yaa…

Pas keluar lewatin jalan club-club juga semakin on, ini pada main nyaut-nyautan disini, sampe-sampe para bule udah jingkrak-jingkrak di pinggir jalan. Terus kita langsung jalan-jalan ke pantai kuta lagi. Pas sendiri tadi rasanya sepi eh pas sama mereka itu seru banget. Richel, Made, Riko, mereka semua itu seru banget, asik, gokil, dan pokoknya super banget orang-orang ini. Padahal si baru kenal tapi udah berasa lumayan kenal lama. Then, saya cerita rencana saya besok ke Tanah Lot dan Bedugul, mereka tertarik untuk ikut dan bilang akan pergi bareng. Lanjut….. kami ngobrol-ngobrol disana dan sekitar jam 12.00an dini hari baru lanjutin main-main di monumen bom bali, deket banget dari hostel tempat saya nginep. disana hanya nikmatin suasana malem aja, lokasinya juga deket dari Sky Garden. Sekitar jam 1an pagi kami memuturkan untuk pulang. Mereka tadinya mau nganter ke hostel saya, tapi karena lokasinya deket jadi saya memutuskan untuk pulang sendiri. pisah lagi sama mereka… bye guys, see you tomorrow!

Sampai hostel langsung tidur dan kembali gabisa tidur, baru bisa tidur jam 4 pagi, yaampun itu rasanya sesuatu banget gabisa tidur gitu.

Jalan-Jalan Bali Part I

Tujuan pertama saya bertemu dengan Tole, asli Bali perpaduan Surabaya. awalnya ini orang masih baik ya… kelanjutannya ikutin terus ceritanya. saya pun sampai di depan Hardrock Cafe dan bertemu dengan Tole, ya langsung saja kami pergi ke Tanjung Benoa, sampai disana saya langsung ditawari beberapa watersport. Tujuan saya memang hanya main Parasailing, tapi saat itu saya ditawari beberapa permainan lainnya seperti sea walker dan scuba diving. Seawalker dan Scuba Diving saya dapat tawaran harga masing-masing Rp. 300.000, dan Parasailing Rp. 100.000. Murah si tapi kan tujuan saya hanya naik Parasailng bukan yang lainnya. Mboknya terus maksa biar saya ambil yang lain, tapi saya memang tidak tertarik, so yaudah saya tetep milih parasailing dan dia pun langsung jutek gitu. huhu nyebelin banget! saya juga harus nunggu satu jam karena bilangnya si harus ada barengan dulu buat naik ini, karena kan saya cuma naik satu permainan.

Satu jam kemudian saya langsung bersiap untuk bermain. sebelumnya saya harus naik speedboat dulu, saya mendapat teman baru lagi. Namanya Ina, dia orang bali asli, namun baru pertama kali kesini dan main permainan air, karena baru sempat ke Bali lagi. Dia kuliah di Atmajaya, Yogyakarta. Kami naik speedboat untuk dibawa kesebrang pulau, dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Duh sensinya asik banget! Sampai di sebrang langsung saya memakai alat untuk terbang sementara itu. Kami di instruksikan cara yang benar pada saat akan naik, turun dan menarik tanda merah atau biru. Jujur saya rada takut, karena tinggi banget ditariknya. and it’s my first time! saya minta abang-abangnya untuk ikutan terbang juga, tapi dia bilang gabisa harus sendiri, huh padahal waktu kakak saya naik ini, kaka saya ditemenin.

Speedboat mulai narik saya dan parasut besar ini, dan OH MY GOD !!! I’M FLYING !!! Deg-degan banget pas diatas, tapi gatau mau ngomong apalagi selain “Subhannallah” melihat keindahan dari ketinggian. Seneng, takut, deg-degan bercampur yaa.. Saya dibawa sampai satu putaran saja, lumayan ga sebentar banget. Nah yang saya takuti nambah lagi, pas turunnya bingung gimana ini, mereka bilang saya suruh tarik bendera merah, karena takut saya tarik biru. Duh gaconnect kan! yaudah langsung saja tarik merah sekuat tenaga sampai sebelum mendarat ditangkep sama abang-abangnya itu. Enak ya.. ya lumayan enak diatas, meskiipun awalnya takut, sekarang malah ketagihan. Ketemu sama Ina, lanjut kami kembali lagi ketempat sebelumnya naik speedboat juga, kali ini speedboat lebih cepet jalannya dan bikin berasa banget getaranya naik turun gitu.

Kembali saya langsung bersiap untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya yakni ke pantai di Nusa Dua. Pantai di Nusa Dua indah banget gajauh letaknya dari tanjung benoa. Disana saya hanya bermain-main di pantai dan ditemani juga masih sama Tole. lanjut langsung naik ke atas dikit di pantai tersebut ada tempat yang gakalah bagusnya yakni water blow. itu bagus loh. tapi jangan berharap bisa berenang disana yaa… curam euy tempatnya. main-main terus, foto-foto, dsb.

Udah mulai rada capek, lelah,dsb. ya jelas aja dari pagi belum makan dan udah 2 hari setengah loh belum mandi. badan udah mulai lengket. maunya si berenang di pantai, tapi gaseru aja. pulang langsung bersiap check in. sebelumnya saya sewa motor dulu sama si Tole ini, biayanya perhari Rp. 50.000 dan karena hari ini sekalian sewa guide jadi biaya yang harus keluar hari ini Rp. 100.000, biaya  guide Rp. 50.000 per hari. Saya membayar Rp. 200.000 untuk biaya sewa selama tiga hari dan sewa guide hari pertama saya di Bali, atau hari itu saat ke nusa dua, tanjung benoa, dsb.

Motor mulai saya bawa sendiri, untuk mencari hostel tempat saya menginap rada rumit karena di Bali jalannya satu arah di beberapa jalan. saya sampai muter 2x dan lawan arah sedikit untuk sampai di Hotel. Sampai pukul 14.00 saya langsung check-in dan setelah itu langsung bersih-bersih dan makan. selanjutnya tidur siang untuk menambah tenaga selanjutnya.

Bali !!!!!!!

Sekarang saya sudah di Jakarta, balik tanggal 8 kemarin, kenapa baru update? yaa mungkin karena terlalu terlena dengan pesona Bali sehingga saya tidak sempat untuk hanya sekadar meng-upadate. dan ini baru dalam bentuk tulisan saja, nanti foto-foto akan saya kirim selanjutnya di pos berikutnya.

Kapal berlabuh di pelabuhan Gilimanuk pukul 3.05 WITA, saya kira penyebrangan akan lama, ternyata tidak begitu lama. Sampai di pelabuhan saya, richel, riko, dan made segera melanjutkan perjalanan, sebelumnya kami bertemu dengan satu orang Bali yang keliatannya si lagi mabok, ya dia nawarin jasa antar sama tujuan kita gitu, well.. keliatannya mahal, kalo anak backpacker kan harus meminimalisir budget, dan orangnya juga gaterpercaya gitu, kami langsung ninggalin dia dan jalan ketempat keluar pelabuhan.

Buat yang udah pernah ke Bali nyebrang kapal seperti kami pasti tahu, kalau akan ada pemeriksaan KTP. ya satu per satu harus baris masuk antrian untuk diperiksa KTP nya. Untung saya warga negara resmi dan bukan teroris jadi langsung bablas deh. Yang meriksa disini itu TNI, jadi ati-ati yaa kalo salah-salah nanti kena tembak lagi.. huhu ngeriiiii!! Jalan terus.. jalan sedikit kami langsung ditawari naik bis semacem metromini gitu, tapi bisnya lebih bagus. Kenek sopir menwari untuk naik bisnya, tarif yang ditawarkan tadinya Rp. 50.000, mahal dari budget perkiraan yang cuma Rp. 40.000. Dan terjadilah proses tawar-menawar yang akhirnya bisa masuk ke budget perkiraan yakni Rp. 40.000. Dan bis inilah yang akan mengantar saya menuju terminal Ubung. Made, Richel, dan Riko juga ikut naik bis ini, meskipun awalnya mereka rada ragu bis ini turun di Mengwi atau tidak. Ya mereka harus memastikan karena nantinya merka akan dijemput oleh keluarga Made yang tinggal di Bali.

Menunggu beberapa orang, bis baru jalan. Rasanya naik bis ini ngeri banget! bayangin aja ini situasinya masih gelap, dan bis ini ngebut banget. Jalan yang seharusnya 2 arah dijadiin 1 arah. Emang bener-bener banget itu sopir. Samping kiri dan kanan Jalan juga gelap hanya terlihat beberapa rumah penduduk dan banyak pepohonan. Mata kami yang masih mengantuk pun mengantarkan kami ke alam mimpi, meskipun ga pules banget karna ngebut dan rem yang mendadak. Sampai akhirnya pukul 06.20 bis tiba di Mengwi. Riko, Richel, dan Made langsung bersiap turun, dan langsung pamitan.. “Sampai jumpa teman-teman, bekabar aja yaa kalo mau ketemu lagi. Sampai ketemu!” yups kalimat itu yang keluar, ya sepertinya ini akhir dari kisah saya dengan mereka yang berpetualang juga. But I’ve told them where’s my hostel and given my contact to one of them.

Mengwi ke Ubung lumayan lama yaa… sekitar 20 menitan baru sampe. Tiba di terminal ubung mulai rada bingung how to go Kuta, dan gaada angkot yang ke Kuta disini. Kalo mau naik taksi, maunya nembak (gapake tarif resmi), naik ojek ya pasti harga yang ditawarkan macem-macem. Yeay akhirnya otak mulai berpikir dan langsung saja mengeluarkan gadget kesayangan. tebak apa yang dibuka hayooooo? GO-JEK!! ini penyelamat banget loh! Di Bali untungnya udah ada gojek, dan pas banget masih promo Rp. 10.000.. yiiihiii naik ojek murah. langsung saya memesan Go Jek tersebut. Tapi sayangnya kali ini gojek membuat saya kecewa, abis saya dibikin lama nunggu. malesin banget kan! Abang gojek  nya pas ditanya posisi lagi dimana bilangnya si lagi isi bensin, padahal saya liat di aplikasi mapnya dia masih ada di tempat yang sama. Mungkin masih dirumahnya ini orang. so disappointed! oke termaafkan sampai abangnya dateng. Perjalanan dari termianal Ubung ke Kuta memakan waktu 25 menit. Saya menuju Hardrock Cafe untuk bertemu dengan orang Bali yang akan mengantarkan saya ke Tanjung Benoa untuk Watersport.

Perjalanan Menuju Banyuwangi

Kereta menuju Banyuwangi tadi datengnya agak lama, emang si jalannya tepat waktu, but PR banget harus nunggu di tempat duduk stasiun yang gamemadai. Yowes ditrima saja.. Sampai dikereta langung duduk di tempat favorit saya 2A, dan ternyata gaada yang isi depan dan samping. Wah merdekanya, seneng kan bisa tiduran jadinya, tapi beberapa saat kemudian diisi sama Ibu-Ibu, yang mau duduk ditempat yang lebih lega dari punyanya.

Mengingat perjalanan yang masih panjang, so i decided to sleep erlier. Tidur terus dan bangun-bangun udah jam 9 malam, ah pokoknya nikmat banget bisa tidur puas dengan posisi sesuka hati. Pas bangun, ibu-ibu itu pindah kebelakang dan diganti sama mas-mas, karena mata udah ga ngantuk jadi kita ngobrol-ngobrol , ternyata dia anak UB dan udah semester terakhir, main conversation kami tentang sisi buruknya UB, waduh ternyata cukup bilang “Ooh”…. Terlepas benar atau tidaknya, saya cukup menyimak dengan baik. Dia turun di 3 stasiun sebelum banyuwangi baru. Dan di tiga stasiun terakhir itu ternyata banyak banget yang turun, sampe di gerbong cuma sisa lima orang. Jujur mulai deg-degan, karena ini udah malem banget, dan stasiun juga pasti udah sepi, nanya orang ada yang nyebrang apa ngga ternyata ngga nyebrang.

Oke mau ga mau harus lanjutin perjalanan, dan sebelum turun kereta selalu berdoa biar selamat sampai tujuan dan dapet barengan, ya abis rada parno gtu kan sama kejahatan yang di TV. Turun dari stasiun langsung ngobrol sama Ibu-ibu lokasi pelabuhan disebelah mana, baru ngobrol sebentar saya liha ada 3 pemuda yang tampangnya traveler gtu, dan  saya langsung samperin mereka, dan nanya “apa mereka mau nyebrang juga”… Dan seneng banget jawabannya sesuai dengan yang saya harapkan, yups mereka juga mau nyebrang ke Pulau.
Mereka Reza, Risal, dan Made. Tiga pemuda ini luar biasa serunya, dan mereka menamai grup mereka dengan #jalanterus, kenapa? karena kata mereka, mereka akan jalan terus sampai mereka kehabisan uang baru pulang. Hahaha rada mau ketawa juga dengernya. Risal bilang kalo dia lagi pelarian dari dunia pekerjaan, Kalau Made dan Reza karena lagi libur kuliah jadi ikut sama Resal menghabiskan sisa liburan yang ada katanya.

Sebelum lanjut kita makan dulu, karena tau di Kapal penyebrangan pasti mahal biaya makannya. Makan nasi padang pake ayam sama teh tawar 14rb, hayoo itungannya mahal apa murah?standar mungkin.
Selesai kita langung jalan ke pelabuhan , tapi rada aneh tiket penyebrangan kan 8rb ini kenapa jadi 7.500? lebih murah!

Sampai di pelabuhan langsung aja naik kapal, dan galama kapalnya langsung jalan. Kami berempat memutuskan untuk langsung abil posisi duduk di paling atas, lantai 3. Subhanallah malam hari disini indah banget, bagus banget pemandangan malemnya. Ada laut yang terbentang luas, plus cahaya bulan penuh. Malam hari aja udah bagus, apalagi nyebrang siang yaa.. wah pasti makin keliatan bagusnya. Sekarang udah jam 2.04 WITA, jam di HP udah keganti dengan sendirinya. Okay masih setengah jam lagi untuk sampai di Gilimanuk.
Mau bobo cantik dulu deh yaaa.. biar lebih fresh pas sampe nanti.

Singgah di Kota Batu, Malang

Lanjutin cerita…. setelah tiba di stasiun Malang, saya langsung pisah sama Mega, ya kenalan saya yang ramah itu. Dia ngajakin saya ke tempat nenek nya agar saya bisa beristirahat sejenak, dan bersih-bersih badan. Tetapi karna di rencana awal yang sudah syaa buat saya ingin pergi ke Alun-alun kota Batu, jadi kita pisah. Turun dari kereta dan saat ingin pisah saya dengar ada terikan “Yuk cari angkot yuk ke Batu, atau kita nyarter mobil aja”, saya nengok dan ternyata dibelakang saya ada segerombolan anak muda, langsung kesempatan itu ga saya buang. Saya langsung mengahmpiri dan bertanya apa benar mereka ingin ke batu, dan juga menawarkan diri untuk ikit bergabung sampai kota Batu.

Mereka pun setuju, dan kita jalan bareng-bareng. Well.. setelah berbincang ternyata mereka adalah mahasiswa UNJ jurusan Teknik Elektro. Lanjut ke cerita, kita tadinya mau ngeteng aja, tapi ternyata ada salah satu anak yang ngusulin nyarter mobil. dan Alhamdulillah dapet charteran mobil yang harganya murah, sesuai sama kalo biaya naik angkot ngeteng kesana. Tapi ini kan lebih enak karena bisa langsung. Karena sesuai budget saya putuskan ikut.

Mereka langsung minta diantar dluan ke Penginapan, dan mereka juga mengajak saya untuk singgah di penginapan mereka terlebih dahulu, tapi kembali lagi, saya harus sampai di tujuan rencana saya.  Supir angkot pum mengantar saya sampai ke Batu, dan sebelumnya saya di ajak muter melewati Batu Night Spectacular, Batu Zoo, Museum Angkut, dan satu lagi lupa apaan gtu namanya, sambil menyelam minum air kan. Sempet ngerasa excited si, karena bisa sampai ke pemberhentian petama, sebelum main-main saya memutuskan untuk mengisi perut saya yang lapar, beli nasi pake telor 10.000, rasanya ko kaya di Jakarta ? yups salah milih tempat ternyata,itu masakan padang, pantes mahal. Huhu

Selesai makan saya langsung main main di Kota Batu sendiran selfie-selfie juga. Oia saya naik Ferish Wheel di Batu harganya cuma 3000,murah yaaa.

image

Nah itu salah satu hasil foto selfie saya… Sendiri selfie pake tongsis, rada malu awalnya, ah tapi cuek ajalah yaaa selanjutnya. Main dan keliling alun-alun kota Batu yang seger udaranya tapi tempatnya kecil ngebuat sya ga berasa kalo udah jam 12.00 wah saya harus segera bergegas kembali ke stasiun, bingung pulang naik apa, alhasil nanya-nanya sama Pak polisi atau kemanan sekitar situ, Saya naik 3 kali untuk bisa sampai ke stasiun Malang, Naik angkot ijo, ungu, sama ADL. Disini angkot gapunya nomor kaya di Jakarta, punyanya singkatan.

Sampai saya langsung Ishoma, dan menu makan siang yang saya pilih adalah baso malang, karena saya ingin mencoba apakah ada perbedaan antara baso malang di Malang beneran sama di Jakarta ? ternyata… Ngga !!!! harganya juga sama aja kaya di Jakarta, 10rb tjoy …
Sekarang saya beli makan dlu buat nanti makan malam di kereta, lumayan murah, nasi+ayam kremes+teh cuma 12rb.
Okay sudah, saya mau siap-siap lanjut perjalanan lagi yaaa… Nanti akan saya lanjutin lagi. See You Soon !