Jangan Tunggu Sukses Untuk Memotivasi Orang Lain

Sukses merupakan hal yng pasti diinginkan oleh setiap orang. Banyak hal seseorang dikatakan sukses, mulai dari memiliki kondisi keuangan yang mapan, kehidupan yang lebih, pekerjaan dengan salary yang tinggi, mencapai tujuan-tujuan hidup, serta mendapatkan pengakuan status sosial yang tinggi di masyarakat. Kebanyakan sua sukses diatur oleh materi, materi, dan materi. Karena memang pada dasarnya tidak ada orang yang bercita-cita hidup kekurangan.

Lalu apa yang biasanya dilakukan setelah orang menjadi sukses? Mereka bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan dan dambakan yang menjadi tujuan khusus mereka sebelum mencapai sukses. Cita-cita mereka mungkin sudah terwujud ketika mereka menjadi sukses, dan bahkan sebagian dari mereka yang berhasil meraih sukses dari tingkat nol, dijadikan inspirasi oleh orang-orang sekitar mereka dan masyarakat. Tidak jarang ditemu seminar- seminar inspiratif dan motivasional mengambil para orang-orang yang sukses dari nol tersebut untuk menjadi seorang motivator. Tidak ada motivator yang di undang dari orang yang belum sukses.

Namun, hal berbeda saya temui dari orang yang paling berpengaruh dalam hidup saya. Seorang penyemangat yang terus berkontribusi untuk mendorong saya menjadi sukses. Beliau sendiri bukan orang yang sudah sukses, hanya pekerja kantoran biasa yang saya masih berusaha untuk mencapai suksesnya. Beliau pernah mengatakan bahwa seorang motivator tidak harus menjadi sukses dulu baru bisa menjadi motivator.

Seperti yang dilakukannya, beliau selalu memotivasi orang lain terutama saya, melalui pengalaman-pengalaman kegagalan yang dialaminya, hal-hal yang bisa mencapai sukses yang sejalan dengan nilai-nilai agama yang ada. Saat paling terpuruk yang pernah saya alami, saya bisa keluar dan bebas dari kondisi tersebut dengan proses yang bertahap dan berjalan sangat clear berkat bantuannya yang memacu saya untuk bangkit dan jangan melakukan hal-hal yang pernah dilakukan yang bisa membuat terpuruk semakin lama.

Memiliki basic seorang guru, saya banyak belajar. Dan memang benar bahwa seorang motivator tidak selalu berasal dari orang unag sudah sukses untuk bisa memotivasi orang lain. Untuk itu, saya pun melakukan hal yang sama, yakni memotovasi orang lain dan memberikan energi positif meskipun saat ini saya sendiri belum bisa dikatakan sukses. Perjalanan masih panjang, dengan terus bebenah, saya yakin beliau akan sukses, begitupun dengan saya.

Untuk Yang Tak Pernah Terucap

Karena memang tak selamanya cinta harus diungkapkan. Biarkan dia tumbuh dan berlabuh di tempat yang semestinya. Biarlah hanya diam dan kesunyian yang menjadi teman dari sebuah kisah yang tak terucap.

Tuhan, ku titipkan salam rindu ini untuknya. Tolong sampaikan padanya bahwa aku masih berdiri di tempat itu, dan masih menunggunya datang.

Hanya Isyarat

“Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya mampu aku gapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang aku sanggup menikmati bayangannya dan tidak akan pernah bisa aku miliki. Seseorang yang hadir bagai bintang jatuh,  sekelebat kemudian menghilang,  sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat,  sehalus udara, langit awan atau hujan…” – Rectoverso

Aku justru orang yang paling bersedih, karena aku tahu apa yang terbangun tidak akan pernah bisa aku miliki.

Mencintai Orang Lain, Namun Sudah Saling Memiliki Pasangan

Seperti di tulisan sebelumnya, cinta memang bisa hadir kepada siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Sudah punya kekasih namun jatuh cinta lagi? Rasanya kasus seperti ini tidak jarang ditemukan oleh para insan yang dimabuk cinta. Memang benar pepatah yang mengatakan bahwa cinta itu buta. Ya karena butanya sampai tidak bisa menahan agar tidak jatuh cinta lagi disaat sudah memiliki kekasih.

Namun pikirkan kembali readers, apa yang akan terjadi kita memaksakan ego kita. Yang pertama tentu saja kita akan menyakiti perasaan orang lain. Disini perasaan yang akan terluka adalah pasangan kita sendiri dan pasangan dari orang yang baru kita cintai. Mereka akan merasakan sakit yang teramat. Bagaimana tidak, jika perasaan itu terus dibiarkan tumbuh, tentu saja akan terjadi perselingkuhan, pilihan dari selingkuh adalah meninggalkan salah satu atau keduanya, dan dari keputusan tersebut sudah pasti akan ada yang terluka.

Yang kedua, jika kita memilih orang yang baru kita cintai tersebut dan meninggalkan orang yang sudah lama bersama kita, belum tentu yang baru lebih baik dari yang lama. Pikirkan, dengan yang saat ini bersama, kita sudah saling tahu, saling mengenal, dan mungkin sudah saling dekat antar keluarga masing-masing. Bayangkan apa dampak yang mungkin muncul jika keluarga, teman, dan orang lain tahu kalau kita justru meninggalkan dia demi orang yang baru kita cintai.  Ya.. sebagian mungkin berkata yang baru lebih baik dari yang lama, tapi apa itu benar? Coba dipikirkan lagi. Jangan sampai kita terbuai dengan cinta yang indahnya sesaat saja, atau mungkin kita menganggap seperti itu, karena kita hanya sedang jenuh dengan pasangan kita.

Dan yang terakhir, terus menjalin hubungan terlarang tersebut sama saja kita menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan, bayangkan bagaimana rasanya jika kita berada di posisi hubungan kita diganggu oleh orang ketiga. Pasti kita akan merasa kesal, sebal, muak, dengan orang ketiga tersebut. Tidak jarang juga kita sampai rela bertengkar atau ngedumel karena kehadiran orang ketiga yang menurut kita sangat perusak dan tidak penting itu. Lalu, apa bedanya jika kita masih melanjutkan dan menjadi orang ketiga dengan segala sikap diatas ?, bisa jadi juga nanti kita banyak dapet sumpah dari orang-orang yang merasa disakiti karena sikap kita. Waah.. jangan sampai ya.

Well.. yang harus kita lakukan adalah yang pertama,  kita harus bisa menempatkan posisi kita menjadi orang yang nantinya mungkin tersakiti dengan hubungan terlarang tersebut. Kedua, kita harus intropeksi diri kita tentang perasaan kita sendiri, sebab boleh jadi perasaan tersebut muncul karena kita sedang dilanda rasa jenuh dengan pasangan kita saat ini, atau kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan dari pasangan saat ini. Dan yang terakhir, berusahalah untuk bersyukur dengan apa yang saat ini sedang berjalan. Jangan melihat keatas, melihat orang-orang yang lebih dari kita. Lihatlah kebawah, orang-orang yang menjalin cinta belum seberuntung kita.

Cinta atau Penasaran?

Ada hal yang pantas untuk di pikirkan ada pula yang tidak semestinya dipikirkan. Namun ada pula hal yang tidak ingin dipikirkan tetapi selalu terpikirkan, seperti cinta. Sebagian orang mungkin bisa untuk tidak sama sekali memikirkan hal ini, tapi aku yakin ketika mereka sudah terlibat kedalam rumitnya cinta pasti mereka akan merasakannya.

Rasa cinta itu dimiliki oleh siapapun, yang bisa muncul kapanpun dan dimanapun. Semua orang pasti pernah merasakan jatuh cinta, perasaan yang sangat indah. Yang membuat kita terlihat gila, karena tersenyum dan tertawa sendiri. Cinta muncul dari rasa kagum, bisa juga dari rasa benci yang berlebih. Ya.. itulah uniknya sebuah cinta.

Yang perlu diketahui adalah bagaimana kita bisa membedakan antara rasa cinta dengan rasa penasaran. Sebab banyak orang yang salah mengartikan perasaan cinta dengan rasa penasaran. Memang sulit membedakannya. Bedanya, cinta itu tumbuh dengan sendirinya, kita akan merasa sangat bahagia apabila ada disisinya, didekatnya, dan bahkan hanya sekadar saling mengabari via telepon saja kita sudah jingkrak-jingkrakan.

Penasaran? Penasaran datang saat kita mencoba untuk mengenal orang yang akan kita cintai, penasaran itu ketika ingin mencoba dan membayangkan bagaimana jika kita menjadi kekasihnya, dekat dengannya, dsb. Rasa penasaran sangat beriringan dengan rasa ingin memiliki. Sedangkan perasaan cinta tidak peduli memiliki dirinya atau tidak, asal dia ada dan bahagia saja itu sudah cukup membuat kita tenang dan bahagia pula.

Jika kita mencintai kita akan menahan ego kita untuk melakukan hal-hal diluar logika, termasuk menahan diri untuk tidak mengungkapkan perasaan kita yang sebenaranya, karena takut dan tidak ingin muncul jarak setelah kita mengungkapkan perasaan cinta tersebut.

Jika kita penasaran yang berarti kita ingin sekali memiliki dirinya, kita pasti akan berpikir diluar logika. Berusaha melakukan apa saja dan mencari jalan agar bisa memilikinya. Tidak peduli dia sudah punya kekasih atau tidak, tidak peduli dia mencintai kita atau tidak, dsb.

Itulah perbedaan yang mencolok diantara keduanya. Jatuh cinta memang indah, namun ada baiknya kita melihat lagi perasaan apa yang sebenarnya kita rasakan. Cinta atau sekadar penasaran untuk memilikinya?.

Kenangan

Kenangan…. Aku yakin dalam hidup ini, tidak ada orang yang tidak memiliki kenangan. Setiap orang pasti memiliki kenangan. Kenangan pun bisa berbagai macam, seperti kenangan dengan sesorang, barang, tempat, dan sebagainya. Selalu ada sesuatu yang berkesan yang dibuat oleh orang, barang, atau tempat tersebut yang membuat mereka menjadi kenangan.

Kenangan paling pahit dan paling manis adalah hal yang snagat sulit untul dilupakan dan selalu diingat. Tidak ada salahnya bukan mengenang suatu kenangan yang indah ? Ya tentu saja, aku rasa semua berubah menjadi salah ketika saat mengenangbkenangan itu bukan di waktu yang tepat.

Mungkin saat itu seharusnya kenangan tsb sudah musnah dan tak perlu dikenangan. Lantas bagaimana jika takdir memprrtemukan keduanya? Orang yang memiliki kenangan dengan kenangannya.

Cuplikan Provokatif dari Media Masaa

CUPLIKAN PROVOKATIF DARI MEDIA MASSA

image

Cuplikan ini diambil dari koran Seputar Indonesia mingguan (SINDO Weekly), dan gambar ini dijadikan cover pada terbitan kamis 29 Januari 2015. Saya menganggap cuplikan ini provokatif karena dari gambar saja sudah menandakan adanya provorkatif, dalam gambar terlihat bahwa Presiden Joko Widodo sedang menatap foto ketua umum PDIP. Presiden terlihat sedang mengamati foto sang ketua umum tersebut. Gambar didukung dengan tulisan yang juga provokatif yaitu dengan judul “Presiden Bimbang, karam di karang ketiga, keputusan Presiden Joko Widodo terkait Kepala POLRI dinilai menyalahi undang-undang, polisi bisa bak ayam kehilangan induk”.

Sindo Weekly edisi tersebut, membicarakan kebimbangan presiden yang disertai dengan karikatur yang dibuat, sangat provokatif karena para pembaca di ajak untuk menilai bahwa tindakan yang dilakukan Presiden salah karena keputusan yang dilakukan presiden saat itu merujuk kepada kepentingan Megawati bukan merujuk kepada kepentingan rakyat. Jokowi digambarkan bimbang apakah akan mengikuti suara ketum PDIP ataukah mengikuti suara rakyat.

Selain itu, pembaca dapat menginterprestasikan sang presiden sedang berkaca, dan bayangan yang muncul di cermin tersebut adalah bayangan Megawati yang berarti bahwa jokowi serupa dengan megawati. Dibalik keputusan yang diambil, harus melalui keputusan ataupun pertimbangan megawati terlebih dahulu.