Hadiah Terbaik yang Pernah Ada

97654196093f1340139d2484bc6a3decFebruari sudah lewat, pun ulang tahun saya yang pada dasarnya sama sekali tidak saya harapkan untuk orang-orang terdekat saya memberikan kejutan ataupun hadiah-hadiah. Namun, kenyataannya sampai saat ini masih ada saja yang memberikannya, and I thank you for that. Setiap tahun memang pasti ada saja yang memberikan hadiah, namun ada satu hadiah yang menurut saya paling indah dan sangat berkesan hingga saat ini. Saat memulai tulisan ini pun saya masih merasa kebahagiaan dan keterkejutan yang teramat sangat saat saya menerimanya.

Mungkin ketika teman-teman sudah membaca cerita saya di postingan “Ketika Aku Berbeda dengan Mereka” bagian 1-3 akan mengerti bagaimana kondisi saya sebelumnya dan perjuangan saya untuk mewujudkan cita-cita saya. Hadiah terbaik ini saya dapatkan ketika saya duduk di bangku kelas 2 SMA, semester kedua. Saya mungkin memang berbeda dengan mereka. Teman-teman sebangku saya, yang jika butuh apa-apa bisa langsung minta ke orang tua mereka untuk dibelikan. Lalu, terkecukupilah semuanya. Sedangkan saya, saat itu harus berjualan dan mencari tambahan uang terlebih dahulu untuk bisa memenuhi kebutuhan saya.

“Sangat tidak adil!” Kalimat yang mungkin tertanam dalam benak anak usia 16 tahun saat itu. Bahkan, anak umur 16 tahun itu tidak mampu membeli sepatu yang harganya mungkin hanya puluhan ribu rupiah pada saat itu. Dia menggunakan sepatu yang sedari masuk SMA hingga kelas 2 tidak pernah diganti. Masih sangat jelas gambaran sepatunya, sudah kusam, tipis bahkan bolong dibeberapa bagian. Jauh dari kata nyaman dan layak untuk digunakan. Untungnya, anak ini tidak malu mengenakannya, dan bahkan terbilang cuek, karena ia sadar bahwa ia tidak punya pilihan lain selain menggunakan yang ada.

Sampai pada akhirnya, dia berulang tahun. Dia mungkin tidak berharap ada orang yang memperhatikan untuk memberi hadiah sesuai yang dibutuhkan. Lalu, dua anak dikelasnya, yang sudah dia kenal kedua anak ini bersahabat, mengucapakan selamat atas hari kelahirannya. Mereka pun menyodorkan satu kotak panjang yang sudah dibungkus kertas kado dengan rapi. Bahagia pastinya, ketika mendapat hadiah. Namun ada yang lebih membahagiakan dan membuat anak ini terkejut. Isinya, SEPATU SEKOLAH….. Anak ini pun memancarkan wajah bahagianya, sangat dan sangaaaaat baahagiaaa… Bayangkan, dia mendapat hadiah yang memang dia butuh namun tidak mampu untuk membelinya.

Berulang kali dia mengucapkan terima kasih kepada dua orang temannya ini, mereka sangat baik, dan peduli dengannya, sedang dia tidak pernah menyangka akan mendapat sepatu baru. Akhirnya dia pun bisa mempesiunkan sepatu yang sudah tidak layak pakai dan menggunakan sepatu baru. Nyaman, tentunya.. tidak ada lagi rasa sakit ketika menggunakan sepatu ataupun merasa ada angin yang masuk, karena sepatunya sudah berlubang.

Yep… itulah kisah nyata yang pernah saya alami, hadiah terindah yang pernah saya dapatkan. Kini, saat saya sudah bisa membeli sepatu ataupun barang yang saya butuhkan rasanya sangat bersyukur karena Allah memberikan berkah-Nya yang begitu banyak kepada saya. Pada saat itu pun, menjadi keberkahan juga, karena Allah memberikan apa yang saya butuhkan melalui tangan kedua teman saya. Alhamdulillah.. Terima kasih ya Rabb. Lalu, saya pun tidak akan pernah lupa dengan kedua teman SMA saya tersebut, Lisa dan Indri. Dua orang yang bersahabat dan peduli dengan sesama. Beruntungnya saya bisa kenal mereka, karena dari mereka saya pun belajar bahwa memberi kepada mereka yang membutuhkan akan sangat besar manfaatnya. Terlebih ketika orang yang beri dan dibantu tersebut merasa bahagia, tentu ada doa yang mereka panjatkan untuk yang memberikannya. Allah, semoga kedua orang teman saya ini selalu engkau berkahi kehidupannya. Aamiin.

Dia, Apa Kabarnya ?

545bb90e38f40ff6cc4be2c42f790bc3Malu, melekat pada diri yang enggan menyapa terlebih dahulu. Katanya, emansipasi wanita, sudah wajar jika perempuan bertindak agresif, namun nyatanya agama-ku tidak setuju untuk hal itu. Perempuan tetap harus memiliki nilai dan tidak mudah diobral. Islam sangat memuliakan perempuan, maka tak sepantasnya perempuan merendahkan dirinya sendiri. Mencinta bukan berarti harus menjadi buta, mengejar sesuatu yang tak pasti dengan nampak jelas bukanlah ciri muslimah.

Doa.. itulah sebenarnya yang harus dilakukan ketika hati merindu dan ingin menyapa namun enggan berkata. Ah perasaan itu…. Biarlah Allah saja yang mengaturnya, aku akan menjadi anak baik yang manut pada apa yang diperintahkan-Nya. Semoga iman ini tidak kalah dengan hawa nafsu dunia yang membuat semua nampak indah namun dimurka.

Teruntukmu, aku ada disini, antara menunggumu dan menunggu takdir yang Allah pilihkan. Setidaknya mengetahui kabar baik tentangmu saja sudah cukup untuk saat ini. Selebihnya, Aku tuangkan perasaanku pada yang menciptakan-Mu, Dia yang lebih mengetahui segalanya tentangmu, bahkan isi hati terkecilmu yang mungkin tak tertulis namaku. Jika kamu baik, untukku, agamaku, dan kehidupanku, maka apapun jalannya pasti Allah mudahkan. Namun sebaliknya, jika bersamamu justru membuatku menjauh dari-Nya maka aku yakin Dia akan tanamkan rasa ikhlas untuk melepasmu tanpa rasa sakit sedikitpun.

Aku libatkan Allah untuk urusanku, karena aku yakin, pilihan-Nya tidak akan pernah salah dan selalu menjadi yang terbaik.

Another Year Closer to Death

“Happy Birthday!” Kata yang biasanya menyenangkan bagi saya ketika tanggal 14 di bulan kedua setiap tahunnya datang menghampiri. Doa, hadiah, serta kejutan diberikan oleh orang-orang terdekat. Jujur, saya menunggunya dan saya menyukai itu. Namun tidak untuk tahun ini. Menginjak usia 23 tahun dengan mengalami banyak jatuh bangun serta merasakan asam-manis kehidupan, justru membuat saya berpikir untuk tidak merayakan ulang tahun. Tidak ada harapan untuk sebuah ucapan, hadiah, sampai kejutan. Tidak ada lagi tiup lilin bahkan harapan pribadi yang selalu disebut dalam hati ketika akan mematikan lilin di kue.

Mungkin pengalaman dan jalan hidup yang membuat pikiran saya berubah. Entahlah, namun kini saya merasa bahwa mungkin pada saat hari kelahiran datang tidak merujuk pada selebrasi, melainkan lebih mengutamakan intropeksi. Intropeksi diri mengenai apa yang sudah saya perbuat selama 23 tahun?. Apakah lebih banyak kebaikan atau justru keburukan? Lalu, bertambahnya usia menandakan saya akan semakin dekat dengan kematian dan selama 23 tahun hidup yang Allah berikan, apa yang sudah saya siapkan ketika maut hendak menjemput saya. Bukankah harusnya itu semua menjadi intropeksi diri agar saya semakin bersyukur dan mengingat bahwa dunia ini hanya tempat persinggahan. Allah sudah memberikan nikmat hidup yang begitu banyak, dan mengabulkan doa-doa yang terpanjat dengan begitu luar biasa kekuasaan-Nya. terima kasih Allah.

Saya juga berterimakasih untuk keluarga dan kerabat yang sudah menitipkan doanya dalam ucapan yang diberikan hari ini, tetapi maaf, di ulang tahun kali ini dan seterusnya saya sudah tidak lagi merayakannya dengan berhura-hura. Bukan saya sok suci atau terlalu fanatik dengan agama, namun ketika saya berpikir kematian semakin dekat, maka Allah lah yang saya tuju, dan saya berusaha untuk mengikuti perintahnya dan menjauhi larangnya. Termasuk perayaan ulang tahun yang berbentuk keduniawian, menghabisakan waktu ditempat yang mungkin tidak di ridhoi-Nya dan itu juga tidak pernah ada di agama saya.

Harapan saya di tahun ini, semoga Allah senantiasa memautkan kasih sayang-Nya terhadap saya agar saya tetap istiqomah menjalankan kebaikan dari hidayah yang diberikan-Nya dan tak berpaling dari-Nya. Mungkin saat ini saya belum menjadi muslimah sejati, banyak perbuatan yang harus saya perbaiki dan keburukan yang harus tinggali. InshaAllah, tahun ini memantapkan diri saya untuk berhijrah. Saya pun berharap, agar saya selalu dikelilingi orang-orang yang menyayangi dengan tulus, tak butuh jumlah yang banyak. Sedikit asal tulus seperti Ibu, Umi, Kakak, Mama yang menyayangi saya tanpa mengharap imbalan, yang selalu berkontributif mendukung saya dalam mencapai impian, sekalipun banyak orang diluar sana yang meremehkan dan berkata saya “tidak mampu, dan tidak akan bisa”.

Allah, semoga mereka semua tetap sehat, dan ijinkan Fira untuk membahagiakan mereka dengan cara yang Engkau ridhoi, jaga mereka dan jangan Engkau biarkan penyesalan terbesar dalam hidup Fira atas apa yang pernah terjadi terulang dan menimpa orang-orang yang Fira sayang. Mereka menjadi alasan mengapa sampai saat ini saya tidak pernah menyerah untuk berjuang dan terus melangkah apapun yang terjadi.

Dan teruntukmu, sang Malaikat tak bersayap, Makasih ya Bu untuk semuanya. Ibu teman sejati yang paling menghibur dengan kasih sayang yang tak terukur. Allah sangat baik, menitipkan Fira di sosok terkuat seperti Ibu. Bebanmu mungkin tak akan sanggup anak-anakmu jalani, tetapi anak-anak mu berjanji untuk mengganti beban kepiluan masa lalu mu dengan hal baik yang membuat mu selalu bahagia.

Sebuah Pernikahan Impian

Gypsophila Bouquets - M&J Photography | Elegant London Wedding | White & Greenery Florals

Pernah gak terpikir akan menikah sesuai dengan keinginan selama ini ? Yep… sebuah pernikahan impian yang setiap orang pasti mendambakannya. Saya pun juga memiliki sebuah pernikahan impian. Berawal dari awal tahun yang padat dengan undangan-undangan pernikahan teman, lalu teman-teman dekat pun juga mengabarkan berita bahagia mereka yang akan menikah ditahun ini. Tentu senang mendengarnya, apalagi jika mendengar mereka menikah sesuai dengan apa yang mereka impikan.

Saya pun kembali mengingat sebuah pernikahan impian yang saya dambakan. Bukan dengan perayaan yang mewah, gaun yang megah, undangan yang banyak, dan hiburan yang tiada henti. Pernikahan impian saya adalah ketika saya bisa menikah dengan cara yang sesederhana mungkin. Tidak ada resepsi, yang ada hanya syukuran dan kegiatan berbagi dengan anak-anak yatim. Tidak ada gaun megah, yang ada hanya kebaya berwarna putih, tidak ada gedung dengan kapasitas yang menampung banyak undangan, yang ada hanya masjid yang menjadi tempat diresmikannya sebuah ikatan yang halal di mata Allah ataupun dimata negara, dan juga masyarakat.

Tapi… mungkinkah itu bisa terwujud? Hmm semoga… semoga saya dapat menikah dengan konsep pernikahan impian saya. Mereka bilang, katanya pernikahan itu hanya sekali dalam seumur hidup, jadi tidak ada salahnya jika dirayakan dengan semaksimal mungkin, namun kalau kata saya justru karena itu sekali dalam seumur hidup, maka saya ingin membuat pernikahan saya khidmat, khusyuk, sakral, dan dapat bermanfaat bagi agama dan dunia saya. Sebab menikah bukan hanya untuk perayaan saat itu saja, namun yang terpenting adalah berpikir untuk kedepannya, yaitu bagaimana kehidupan setelah menikah nanti.  Dengan siapapun saya menikah nantinya, dan entah diusia keberapa nantinya saya akan menikah,  semoga Allah mewujudkan impian saya, Sebuah pernikahan yang sederhana. AamiinYRa.

Kenapa Perempuan Harus Berpendidikan Tinggi?

4bbf1978797ec42e1411a4373297c2adBeberapa orang mungkin masih menganggap bahwa pendidikan tinggi hanya untuk kaum laki-laki, karena mereka nantinya akan menjadi kepala keluarga dan bertanggung jawab pada keluarganya. Lalu, perempuan sebagai ibu rumah tangga tidak perlu memiliki pendidikan yang tinggi, apalagi sampai menyaingi pendidikan suami. Baik, itu menurut pandangan beberapa orang, dan perbedaan pandangan mungkin wajar. Namun kali ini saya juga akan berpendapat tentang pendidikan tinggi perempuan.

Kenapa sih perempuan harus berpendidikan tinggi? Sadar gak sih kalau nanti perempuan itu akan menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya? pendidikan jelas akan membedakan bagaimana seorang ibu mengajar anaknya. “Ibu yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas pula” begitu kata pepatahnya. Meskipun pada kenyataannya tidak sedikit orang yang berkuliah hanya untuk mendapatkan gelar saja, bukan ilmunya. Padahal point penting ketika kuliah adalah ilmu yang didapat, tapi sayangnya arogansi dan gengsi meleburkan semua kegunaan awalnya, dan inilah yang bisa menjadikan orang sombong dengan gelar tinggi yang dimilikinya. Seharusnya pendidikan tidak membuat perempuan jumawa dan merasa lebih baik dari orang yang berada dibawahnya.

Kontribusi dalam hal pendidikan sangatlah penting, dengan intelektual yang dimiliki oleh perempuan berpendidikan, mereka dapat menerapkan ilmunya ke berbagai sektor kehidupan yang  membutuhkannya. Perempuan dengan pendidikan yang baik tidak akan mudah pula bergantung oleh orang lain. Lebih mandiri katanya. Lagi pula, dengan pendidikan tersebut, tentu saja perempuan bisa membantu finansial keluarga. Entah itu dengan bekerja sebagai profesional ataupun membuka usaha sendiri. Namun, jika nantinya berakhir di Ibu Rumah Tangga, pendidikan tinggi seorang perempuan tetap tidak akan sia-sia, ya kembali lagi ke point pertama akan sangat berguna juga untuk berkontribusi pada keluarganya kelak.

Perempuan, tuntutlah ilmu setinggi-tingginya! Ini bukan untuk menyaingi seorang laki-laki karena seberapapun tingginya pendidikanmu, tetap perempuan berada dibelakang laki-laki yang mempimpinnya (re: kepala keluarga). Selain perintah agama, menuntut ilmu juga akan membuka dan menambah wawasanmu sehingga semakin terbukalah pikiran dan cara kamu memandang segala sesuatunya. Satu hal yang pasti, ilmu itu tidak basi, bisa dipelajari tanpa kenal batas usia, jadi selagi ada kesempatan terus tambah ilmu dan pendidikanmu. Lagi pula hidup dijaman dengan kompetisi yang ketat, tidak cukup jika hanya mengandalkan kecantikan saja, kecantikan tidak abadi, akan memudar seiring dengan bertambahnya usia. Namun, ilmu dan pendidikan akan abadi bahkan bisa dilanjutkan ke generasi penerus.

“If you educate a man, you educate an individual. But if you educate a woman, you educate a nation. When girls are educated, their countries become stronger and more prosperous. One child, one teacher, one book and one pen can change the world.”

Siapapun Berhak Bermimpi!

cymera_20170503_123942-1985846163.jpg

Contoh mimpi palsu yang gak keukur, jangan ditiru ya guyssss.. Just for fun. lol

“Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia”, satu bait pada lagu Laskar Pelangi milik Nidji yang penuh makna dan menggambarkan kekuatan dari sebuah mimpi. Sudah lama memang lagu tersebut, namun liriknya tetap bisa memotivasi orang lain untuk terus bermimpi tanpa lelah sampai apa yang diimpikannya tercapai. Terlpas dari lagu tersebut, mimpi selalu memiliki peranan besar ketika seseorang memiliki tujuan dan cita-cita.

Menurut saya, tidak ada yang salah dalam sebuah mimpi, asalkan kongkrit dan dapat terukur. Seseorang yang memautkan prinsip hidupnya dengan “Go with the flow”, mungkin akan bertolak belakang dengan kelompok pemimpi. Bayangkan, jika kalian hanya mengikuti arus, dan arus membawa kalian ke perairan yang dalam dan menjadi sarang bintang buas, apakah kalian akan pasrah berlabuh ditempat tersebut? atau bergegas untuk melawan arus agar tidak sampai kesana? Think again!.

Seorang pemimpi tidak akan pernah takut untuk menempuh semua jalur agar sampai di tujuannya, meskipun jalur yang dilewatinya tak semulus jalan tol. Selalu ada lubang, kubangan air, dan jalan berbatu yang menyambut mereka pada setiap bagian dari ceritanya. Namun, jika mimpi sudah dibulatkan, tekad pun tidak terpatahkan, dan semangat selalu terbaharukan. Itulah sang pemimpi.

Saya pun senang menjadi bagian dari kelompok pemimpi. Optimisme dalam menggapai mimpi selalu terbangkitkan tiap kali pandangan saya “fokus pada satu titik” (lho jadi lari lagu via vallen 😅). Diremehkan, dikucilkan, bahkan tidak didukung pun saya dapatkan. Lalu, apa saya harus berhenti karena itu semua? tentu tidak! Saya percaya, mulut-mulut jahat yang berselimut dalam manisnya ucapan akan terbungkam dengan sendirinya, saat kita dapat membuktikan bahwa kita bisa dan kita mampu.

Jangan pernah jadikan ucapan orang lain sebagai tolak ukur dan pedoman hidupmu. Kamu berjalan, berjuang, mengambil resiko, dan berkorban materi dengan dirimu sendiri. Bukan mereka! Maka dari itu, tempatkan mereka pada posisi terbawah dalam hidupmu, namun jangan lupa untuk terus membantu orang-orang ini ketika kamu berhasil mimpimu. Itu mungkin akan menjadi pelajaran yang menampar mereka, bahwa sejatinya orang yang diremehkan justru menjadi orang yang mengulurkan tangannya untuk mereka. Ingat, “The best revenge is massive success!” (ini kata Frank Sinatra yaaa, bukan quote by Fira).

Jadi, teruslah bermimpi dan lakukan apa yang kamu inginkan. Tidak peduli berapa pun orang yang mendukung atau menjatuhkan, mimpimu tetap milikmu dan untukmu. Jika kamu bersungguh-sungguh, kelak kamu akan memanen buah manis dari itu jerih payahmu. Ayo berjuang dan tetap semangat 🙂

GOD ANSWERS IN 3 WAYS!

god answer

This is one of my favorite quotes. Terkadang kita sering berada pada titik dimana kita berucap “kok Allah gak denger doa gue ya?”, “Kok udah berjuang mati-matian tapi gak sesuai harapan”, “Kok gini”, “Kok gitu”, dan masih banyak pertanyaan lainnya yang menjustifikasi kalau Allah gak sayang sama kita karena Dia memberikan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan.

Jujur, kutipan ini memang benar, dan pas banget untuk diterapkan dalam kehidupan. Bagaimana cara Allah menjawab ya dengan 3 hal itu. Kutipan tersebut juga gajauh beda sama ayat favorit saya, yakni surah Al-Baqarah ayat 216 (2:216) yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Sadar gak si kalo kita sebagai manusia, gak ada yang tahu rencana indah apa yang sedang Allah rancang untuk kita. Kita gapernah tahu, kalau doa yang kita panjatkan atau usaha keras yang kita lakuin nantinya akan berujung buruk untuk diri kita, oleh karena itu, Allah sengaja gak kabulin doa tersebut, atau Allah sebenarnya akan mengabulkan doa-doa tersebut, hanya saja Dia meminta kita untuk belajar sabar, karena doanya akan terkabul di waktu yang tepat dan dengan cara yang indah. Sabar pun akan mengajak kita pada kedamaian dan ketenangan hati, karena kita tidak merasa ada satu hal yang mengganjal. Saat itu pula Allah ingin melihat seberapa besar kesungguhan kita untuk mencapai doa tersebut.

Baik, disini mungkin saya akan kasih contoh konkritnya. Pertama, ketika Allah tidak mendengar doa saya and I thank God that He didn’t answer some of my prayers, because sometimes what I thought was the best for me wasn’t the best at all. Mulai dari masalah pernikahan (maaf bukan berarti flashback, ini hanya sebagai pelajaran). Saat saya meminta Allah untuk jodohkan Dia dengan saya, tentu Allah mengatakan tidak. Perih? Ya mungkin saat itu, namun endingnya saya bahagia, sangat bahagia. Ternyata dari apa yang Allah katakan tidak, membuahkan hikmah yang luar biasa. Saya justru bersyukur tidak jadi menikah pada saat itu, karena nyatanya jika saya menikah … hmmmm…. Hubungan dengan ibu, Pendidikan, karir, serta kehidupan saya mungkin tidak akan pernah sebaik ini. (btw I have moved on, and clearly, I’m not philophobic anymore) His plan’s always the best.

He say wait and gives you the best. Cari pekerjaan dijaman sekarang susah bukan? Ya itu yang 2 tahun lalu saya rasakan. Memang, pada dasarnya saat itu saya sudah bekerja dan bahkan sudah punya posisi yang bisa dikatakan lumayan. Namun beberapa faktor membuat saya merasa harus segera pindah. Setiap malam mencoba apply melalui website lowongan kerja, dan hasilnya tidak ada. Sampai saya menghubungi teman saya yang bekerja sebagai CS untuk dapat bekerja disana, padahal jika diliat dari benefit yang didapatkan sangat jauh dari apa yang sudah saya capai. Sempat bertanya, “kenapa sih kok Allah gak dengerin doa Fira, fira kan mau pindah kerja, Allah pasti tahu alesannya”, dan keraguan pun muncul untuk mengambil pekerjaan CS tersebut karena bekerjanya di bank. Akhirnya saya hanya bersabar dan terus berusaha untuk mencari pekerjaan, sampai suatu hari saya diinterview oleh perusahaan yang letaknya sangat dekat dengan rumah saya. Masih ragu saat itu, karena saya baru pertama kali mungkin terjun di industri tersebut. Saya pun interview dan mengikuti testnya. Hampir sebulan kemudian keputusannya keluar kalau saya diterima. Alhamdulillah… sangat senang saat itu, karena saya bisa pindah bekerja, dan ternyata setelah saya bergabung dengan perusahaan ini, saya bersyukur karena lingkungan yang begitu nyaman dan dapat bekerja secara professional. Indah sekali cara Allah menjawab doa saya ini.

Terakhir, He Says Yes and give you what you want. Hmm.. sepertinya untuk yang satu ini sudah banyak terkabul. Wkwk . I am truly blessed! God has definitely blessed me with more than I deserve! I’m so thankful for all He has done and given. Rencananya sangat sempurna. Cara Allah menjawab ya ini, 3 hal : Ya, Tidak, Tunggu. Pahami, nikmati dan terima apapun kehendak-Nya dengan lapang dada. Terlebih, Kata-Nya, kita harus bersyukur, maka Dia akan menambah nikmat-Nya (Ibrahim:7). Jadi apapun, jawaban Allah terhadap doa-doamu teruslah minta dan bersyukur untuk apapun hasil dari doa yang Allah berikan.